17/11/2020 17:04:40
Info Kesehatan

Benarkah Penyebab Diabetes pada Anak Sulit Diketahui Secara Pasti?

Foto: Internet/Ilustrasi

Seperti halnya orang dewasa, anak-anak juga dapat mengalami diabetes tipe 1 maupun  tipe 2. Penyebab dari kedua tipe ini pun tidak dapat diketahui secara pasti. Lalu, bagaimana bisa mendeteksinya?

Seperti dilansir dari Mayo Clinic, diabetes tipe 1 pada anak tidak diketahui. Akan tetapi, pada kebanyakan orang, termasuk anak-anak dengan diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh yang biasanya melawan bakteri dan virus berbahaya, secara keliru malah menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas.

Faktor genetik dan lingkungan tampaknya berperan dalam proses perusakan sel penghasil insulin ini. Setelah sel-sel di pankreas dihancurkan, anak-anak akan menghasilkan sedikit atau tidak sama sekali insulin. Padahal, insulin sangat diperlukan untuk memindahkan gula (glukosa) dari aliran darah ke sel-sel tubuh.

Gula memasuki aliran darah saat makanan dicerna. Tanpa cukup insulin, gula menumpuk di aliran darah anak, yang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa jika tidak ditangani.

Faktor genetik atau keturunan, menjadi salah satu faktor risiko diabetes tipe 1 pada anak yang perlu diwaspadai. Siapapun anak yang memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes tipe 1, memiliki peningkatan risiko terkena kondisi tersebut.

Sementara, penyebab diabetes tipe 2 pada anak sama seperti pada kasus diabetes tipe 1, yakni tidak diketahui secara pasti. Tetapi, riwayat keluarga dan genetika tampaknya memiliki peran penting atas terjadinya penyakit ini.

Ketidakaktifan dan kelebihan lemak terutama di sekitar perut, juga diperkirakan termasuk faktor utama yang bisa memengaruhi kemunculan diabetes tipe 2 pada anak. Yang jelas, penderita diabetes tipe 2 tidak bisa mengolah glukosa dengan baik.

Akibatnya, gula menumpuk di aliran darah alih-alih melakukan pekerjaan normalnya sebagai bahan bakar sel-sel yang membentuk otot dan jaringan lain. Sebagian besar gula dalam tubuh manusia berasal dari makanan yang dimakan. Saat makanan dicerna, gula memasuki aliran darah.

Memindahkan gula dari aliran darah ke sel-sel tubuh membutuhkan hormon insulin. Insulin berasal dari kelenjar yang terletak di belakang lambung yang disebut pankreas. Pankreas melepaskan insulin ke dalam darah setelah seseorang makan.

Saat bersirkulasi, insulin memungkinkan gula masuk ke dalam sel, lalu menurunkan jumlah gula dalam aliran darah. Saat kadar gula darah turun, begitu pula sekresi insulin dari pankreas. Diabetes tipe 2 berkembang ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin atau ketika pankreas berhenti membuat cukup insulin.

Penumpukan gula dalam aliran darah yang diakibatkan oleh kondisi tersebut pada akhirnya bisa menyebabkan gejala gula darah tinggi. Para peneliti tidak sepenuhnya memahami mengapa beberapa anak mengembangkan diabetes tipe 2 dan yang lainnya tidak, padahal mereka memiliki faktor risiko yang serupa.

Obesitas atau kelebihan berat badan merupakan faktor risiko yang kuat untuk diabetes tipe 2 pada anak-anak. Semakin banyak jaringan lemak yang dimiliki anak, terutama di sekitar perut, maka kian resisten sel tubuh mereka terhadap insulin.

Selain itu, jika anak kurang bergerak, maka kian besar risikonya terkena diabetes tipe 2. Ya, aktivitas fisik diketahui dapat membantu anak mengontrol berat badannya, menggunakan glukosa sebagai energi, dan membuat sel anak lebih responsif terhadap insulin.

Memiliki riwayat keluarga juga menjadi faktor risiko anak terkena diabetes tipe 2 meningkat. Dari sisi usia dan jenis kelamin, banyak anak menderita diabetes tipe 2 di awal masa remaja mereka. Remaja perempuan lebih mungkin memiliki diabetes tipe 2 daripada remaja laki-laki. (*)

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Benarkah Penyebab Diabetes pada Anak Sulit Diketahui Secara Pasti?