12/04/2022 12:20:02
Info Kesehatan

Bakteri Salmonella Seringkali Mencemari Makanan, Apa Saja Efeknya pada Kesehatan?

Foto: Ilustrasi/Internet

Baru-baru ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Indonesia menarik sementara peredaran Kinder Joy karena diduga terkontaminasi bakteri salmonella seperti yang terjadi di Inggris dan sejumlah negara Eropa. Bakteri salmonella dapat menyebabkan beberapa keluhan kesehatan seperti sakit perut, diare, demam, dan nyeri serta kram di perut penderitanya.

Melansir laman WebMD, bakteri salmonella paling sering dilaporkan sebagai penyebab penyakit terkait makanan. Bakteri ini tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, dicium, atau dirasakan.

Bakteri salmonella biasanya hidup di usus hewan dan manusia dan dikeluarkan melalui feses. Manusia paling sering terinfeksi melalui air atau makanan yang terkontaminasi sehingga dapat menyebabkan sakit perut, diare, demam, dan nyeri serta kram di perut.

Rata-rata kondisi sakitnya dialami dalam waktu 4 sampai 7 hari. Kebanyakan orang sehat bisa sembuh dalam beberapa hari tanpa pengobatan khusus.

Dalam beberapa kasus, diare yang terkait dengan infeksi salmonella dapat menyebabkan dehidrasi sehingga memerlukan perhatian medis secepatnya. Komplikasi yang mengancam jiwa juga dapat berkembang jika infeksi telah menyebar ke luar usus.

Risiko terkena infeksi salmonella pun menjadi lebih tinggi jika Anda bepergian ke negara-negara dengan sanitasi yang buruk. Setiap tahun, sekitar 40.000 kasus salmonellosis dilaporkan di Amerika Serikat.

Karena banyak kasus yang lebih ringan tidak terdiagnosis atau dilaporkan, jumlah infeksi yang sebenarnya mungkin tiga puluh kali lipat atau lebih. Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko infeksi salmonella termasuk aktivitas yang dapat membuat Anda lebih dekat dengan bakteri salmonella dan masalah kesehatan yang dapat melemahkan daya tahan tubuh terhadap infeksi secara umum.

Infeksi salmonella biasanya disebabkan oleh makan daging mentah atau setengah matang, unggas, telur, atau produk telur. Masa inkubasi berkisar dari beberapa jam hingga dua hari.  Sebagian besar infeksi salmonella dapat diklasifikasikan sebagai flu perut (gastroenteritis).

Berikut ini beberapa tanda dan gejalanya dilansir dari Mayo Clinic:

-Mual

-Muntah

-Kram perut

-Diare

-Demam

-Panas dingin

-Sakit kepala

-Darah dalam tinja

Tanda dan gejala infeksi salmonella umumnya berlangsung dua sampai tujuh hari. Diare dapat berlangsung hingga 10 hari, meskipun mungkin diperlukan beberapa bulan sebelum usus kembali normal.

Akan tetapi, ada juga beberapa jenis bakteri salmonella yang menyebabkan demam tifoid. Yakni, penyakit yang terkadang mematikan dan lebih sering terjadi di negara berkembang.

Bakteri sSalmonella dapat bersembunyi di berbagai makanan, tetapi Anda dapat melakukan banyak hal untuk membantu memastikan bakteri menjauh, d antaranya dengan melakukan hal-hal berikut ini:

-Jangan makan telur atau daging mentah atau hampir matang

-Jangan makan atau minum apa pun dengan susu atau jus yang tidak dipasteurisasi

-Jangan mencuci unggas mentah, daging, atau telur sebelum dimasak

-Cuci buah dan sayuran mentah dengan baik, dan kupas jika memungkinkan

-Jangan menyiapkan makanan untuk orang lain jika Anda muntah atau diare

-Dinginkan makanan dengan benar, baik sebelum dimasak maupun setelah disajikan

-Cuci tangan Anda dengan baik dengan sabun dan air hangat sebelum dan sesudah memegang makanan

-Jaga kebersihan permukaan dapur sebelum menyiapkan makanan

-Jangan mencampur makanan yang dimasak dengan makanan mentah atau menggunakan peralatan yang sama untuk menyiapkannya

-Masak daging dengan suhu minimum yang benar

-Cuci tangan Anda dengan sabun dan air setelah menyentuh hewan peliharaan, mainan mereka, dan tempat tidur mereka

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Bakteri Salmonella Seringkali Mencemari Makanan, Apa Saja Efeknya pada Kesehatan?