20/04/2022 11:39:14
Info Kesehatan

Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Mulai Tahun Ini Pemerintah Wajibkan Vaksin HPV

Foto: Ilustrasi/Internet

Prevalensi kanker serviks di Indonesia masih cukup tinggi. Karena itu, sebagai upaya pencegahan sejak dini, Pemerintah mewajibkan vaksin HPV atau vaksin kanker serviks secara gratis. Seperti apa?

Berdasarkan data Globocan 2020, kasus kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 kasus. Kanker serviks jadi jenis kanker terbanyak kedua yang diidap para wanita setelah kanker payudara.

"Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin (human papillomavirus) HPV, PCV sama rotavirus, terutama karena kematian cancer itu paling banyak wanita Indonesia tuh serviks sama breast cancer, serviks ada vaksinnya," tutur Menkes dalam Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa, Minggu (18/4/2022), seperti dikutip dari Detik Health.

Vaksin kanker serviks ini juga berguna untuk menekan risiko kematian kanker serviks dan jumlah pasien yang memerlukan perawatan rumah sakit. Seperti halnya Covid-19, jumlah anggaran yang dikeluarkan dalam langkah pencegahan jauh lebih murah dibandingkan perawatan.

"Kita mau melakukan tindakan preventif dan promotif, sama seperti Covid-19 kalau kita sakit masuk RS itu kan biayanya puluhan juta," ucap Menkes dalam kesempatan berbeda, saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (19/4/2022).

"Tapi kalau misalnya kita cegah pakai masker, minum vitamin itu jauh lebih murah jadi vaksinasi kita sifatnya mencegah bukan mengobati orang sakit," ujarnya menambahkan.

Pada awalnya, program wajib vaksin HPV baru diberlakukan di beberapa wilayah sejak 2021. Namun, rencananya mulai tahun ini bakal diwajibkan untuk seluruh provinsi Indonesia.

"Mulai berlaku tahun ini," ucapnya seraya memastikan bahwa vaksin HPV termasuk dalam program nasional sehingga dipastikan gratis.

"Gratis. Semua vaksin yang masuk program pemerintah itu dipastikan tidak usah bayar," katanya.

Budi juga menyebut bakal lebih banyak jenis vaksin yang masuk program pemerintah termasuk vaksin untuk mencegah pneumonia dan diare pada anak.

Vaksin kanker serviks atau vaksin HPV rencananya akan diberikan untuk anak-anak perempuan kelas 5-6 Sekolah Dasar (SD). Pelaksana tugas (Plt) Direktur Pengelolaan Imunisasi Kemenkes, Prima Yosephine, menjelaskan vaksinasi HPV telah dimulai di dua provinsi dan lima kabupaten/kota di Indonesia sejak 2021 dan diperluas di tiga provinsi dan lima kabupaten/kota pada tahun ini.

Rencananya, vaksinasi kanker serviks berlaku secara nasional pada 2023-2024. Kemenkes menyiapkan pelatihan vaksinasi HPV secara berjenjang dari tingkat dinas kesehatan hingga Puskesmas di setiap daerah.

"Untuk vaksin HPV yang kita berikan lewat program imunisasi nasional, maka sifatnya gratis karena menjadi tanggung jawab pemerintah," kata Prima.

Tentang Vaksin HPV

1. Mencegah kanker serviks

Pemberian vaksin HPV dilakukan untuk mencegah wanita terserang infeksi virus human papillomavirus (HPV). Virus ini adalah penyebab utama terjadinya kanker serviks pada wanita dan kutil kelamin pada pria maupun wanita. Kelompok Penasihat Strategis WHO untuk Imunisasi (SAGE) melaporkan pemberian vaksin HPV satu dosis terbukti manjur mencegah risiko kanker serviks, sebanding dengan pemberian dua dan tiga dosis.

2. Diberikan tiga kali

Vaksin HPV dapat diberikan pada semua perempuan usia 12 tahun ke atas, terutama mereka yang belum aktif secara seksual. Vaksin diberikan 3 kali tanpa perlu skrining apapun. Proteksi terhadap infeksi HPV sangat efektif apabila diberikan pada fase ini.

3. Tidak menyebabkan kemandulan

Isu vaksin HPV menyebabkan kemandulan atau menopause dini adalah hoaks. Sampai saat ini tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan kejadian Premature Ovarian Failure (POF) atau menopause dini dengan penggunaan vaksin HPV.

Efek samping

Efek samping vaksinasi HPV umumnya terjadi sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek yang sering dikeluhkan, seperti:

-Bengkak

-Nyeri dan kemerahan di sekitar lokasi suntikan

-Sakit kepala

Selain itu efek samping yang tidak terlalu sering ditemukan, seperti:

-Demam

-Mual

-Rasa sakit di sekitar lengan angan atau kaki

-Munculnya ruam merah yang gatal

Ada pula efek yang tergolong sangat jarang terjadi, yaitu:

-Terhambatnya saluran pernapasan

-Kesulitan bernapas

-Reaksi alergi

Pastikan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mendapatkan vaksin HPV. Jangan lupa minta informasi selengkap-lengkapnya untuk mempertimbangkan terkait manfaat yang diperoleh dan risiko efek samping yang ada. (*)

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Mulai Tahun Ini Pemerintah Wajibkan Vaksin HPV