27/06/2022 13:55:06
Info Kesehatan

Antisipasi Puncak Omicron, Rumah Sakit Diwanti-wanti Siaga

Foto: Ilustrasi/Internet

Pemerintah mewanti-wanti sejumlah rumah sakit untuk waspada dan siaga karena data Omicron BA.4 dan BA.5 didominasi pasien Covid-19 gejala ringan dan sedang. Kasus aktif harian pun terus meningkat dan diprediksi akan mengalami puncaknya pada pertengahan Juli 2022.

Data Satgas Covid-19, per Minggu (26/6/2022) sebanyak 14.516 orang yang tengah menjalani perawatan atau isolasi. DKI Jakarta masih menjadi provinsi terbanyak penyumbang kasus aktif dengan melampaui delapan ribu pasien.

Dikutip dari laporan Dinkes DKI Jakarta, ada 591 pasien dari 8.000 kasus tersebut, menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara sisanya melakukan isolasi mandiri. Tercatat persentase kasus positif sepekan terakhir DKI Jakarta berada di 11,70 persen, sementara Indonesia di 10,70 persen.

Data Satgas Covid-19 merinci sepuluh negara penyumbang kasus aktif Covid-19 terbanyak per Minggu (26/6).

- Jakarta: 8.524 kasus

-Jawa Barat: 2.765 kasus

-Banten: 1.450 kasus

-Bali: 482 kasus

-Jawa Tengah: 303 kasus

-Jawa Timur: 262 kasus

-DI Yogyakarta: 157 kasus

-Sumatera Utara: 52 kasus

-Papua: 52 kasus

-Sumatera Selatan: 50 kasus

"Yang menonjol BA.4 dan BA.5 adalah gejala ringan dan sedang cukup tinggi. Perlu kewaspadaan dan kesiapan RS," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI Maxi Rein Rondonuwu seperti dikutip dari detikcom.

Dari total 21 pasien subvarian Omicron BA.4, sembilan diantaranya bergejala sedang atau mencapai 42,86 persen. Sementara pada pasien subvarian Omicron BA.5 tercatat 46,72 persen dari 122 pasien mengeluhkan gejala sedang yakni 57 pasien.

Puncaknya pertengahan Juli

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin kembali mewanti-wanti risiko kenaikan kasus Covid-19 yang diyakini terkait subvarian BA.4 dan BA.5. Puncak kenaikan diperkirakan tercapai pertengahan hingga akhir Juli 2022.

Hal itu disampaikannya dalam di sela penyerahan 300 Unit Vaccine Refrigerator dari Pemerintah Jepang melalui UNICEF di JICT (Jakarta International Container Terminal) Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (26/6/2022).

"Kalau di indonesia sama kayak di Afrika Selatan, maka perkiraan puncaknya minggu kedua atau ketiga Juli. Jadi peningkatan akan sekitar di sana," kata Menkes.

Kabar baiknya, puncak gelombang Covid-19 kali ini diperkirakan tidak akan setinggi puncak-puncak sebelumnya. Jika pada gelombang Delta sebelumnya sempat menyentuh angka 60 ribu kasus per hari, kali ini diperkirakan hanya akan mencapai sepertiganya.

"Memang ada kenaikan cuma dari 200 ke 2.000, kalau dulu kita sampai 60 ribu, jadi ini masih jauh di bawah," jelas Menkes.

Selain itu, hospitalisasi dan angka kematian juga diperkirakan masih akan dapat dikendalikan. Belajar dari Afrika selatan, hospitalisasi hanya akan naik sekitar sepertiga dibanding gelombang sebelumnya, demikian pula angka kematian diperkirakan 10 persen dari gelombang sebelumnya.

Oleh karena itu, hingga saat ini Menkes menyebut belum ada perubahan terkait status vaksinasi syarat perjalanan. Booster masih diwajibkan bagi yang ingin melakukan perjalanan tanpa harus tes PCR (polymerase chain reaction). (*) 

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Antisipasi Puncak Omicron, Rumah Sakit Diwanti-wanti Siaga