07/09/2022 10:07:48
Info Kesehatan

Mengenal Stroke Perdarahan yang Sebabkan Kematian Reza Gunawan

Foto: Ilustrasi/VectorStock

Stroke perdarahan atau hemoragik dapat menyerang siapa saja di berbagai kalangan usia. Stroke hemoragik merupakan kondisi yang kritis dan berisiko pada kematian seperti yang dialami oleh Reza Gunawan, suami dari seorang selebriti Dee Lestari.

Kabar duka meninggalnya Reza Gunawan disampaikan oleh perwakilan Dee Lestari pada 6 September 2022 pukul 11.53 wib. Reza meninggal di usia 46 tahun setelah lebih dari satu bulan menjalani perawatan di rumah sakit akibat stroke hemoragik.

Apa itu stroke hemoragik?

Melansir Stroke Association, stroke hemoragik merupakan kondisi saat seseorang mengalami perdarahan di dalam atau di sekitar otak. Suplai darah ke bagian otak terputus hingga membunuh sel-sel otak.

Kerusakan sel-sel otak dapat memengaruhi cara kerja tubuh, ini juga bisa mengubah cara seseorang berpikir. Adapun stroke perdarahan terjadi saat pembuluh darah di otak bocor atau pecah.

Pendarahan otak dapat terjadi akibat banyak kondisi yang memengaruhi pembuluh darah. Faktor-faktor yang berhubungan dengan stroke hemoragik meliputi:

-Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol

-Pengobatan berlebihan dengan pengencer darah (antikoagulan)

-Tonjolan di titik lemah di dinding pembuluh darah (aneurisma)

-Trauma (seperti kecelakaan mobil)

-Deposit protein pada dinding pembuluh darah yang menyebabkan kelemahan pada dinding pembuluh darah (cerebral amyloid angiopathy)

-Stroke iskemik yang menyebabkan perdarahan

Penyebab perdarahan yang kurang umum di otak adalah pecahnya jalinan pembuluh darah berdinding tipis yang tidak teratur (malformasi arteriovenosa). Meskipun demikian, menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari Rumah Sakit Siloam, dr Vito Damay, SpJP(K), MKes, AIFO-K, FIHA, FICA, FAsCC, penyebab stroke perdarahan paling umum adalah tekanan darah tinggi yang tak terkontrol.

"Penyebab umum stroke perdarahan adalah tekanan darah tinggi yang tidak terkendali," kata dr Vito seperti dikutip dari detikcom.

Stroke hemoragik merupakan kondisi yang kritis. Artinya, perawatan medis perlu diberikan kepada penderita stroke hemoragik sesegera mungkin. Penanganan dini dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kerusakan otak permanen, cacat, dan bahkan kematian.

Berbeda dengan stroke iskemik

Mengutip laman Alodokter, stroke hemoragik berbeda dengan stroke iskemik. Stroke iskemik adalah stroke akibat penyumbatan pada pembuluh darah otak.

Stroke hemoragik dibagi menjadi dua jenis. Pertama perdarahan intraserebral, yakni perdarahan akibat pecahnya pembuluh darah arteri di dalam otak, dan perdarahan ini merupakan jenis stroke hemoragik yang paling umum terjadi

Dan yang ke-dua perdarahan subarachnoid, yakni perdarahan pada pembuluh darah di ruang antara otak dan selaput pembungkus otak (ruang subarachnoid)

Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di dalam atau di sekitar otak pecah. Kondisi ini menyebabkan darah mengalir ke dalam rongga di dalam tengkorak, bukan ke jaringan otak. Akibatnya, tekanan di dalam kepala meningkat dan jaringan otak mengalami kerusakan.

Ada beberapa penyebab pecahnya pembuluh darah, yaitu:

-Cedera kepala berat

-Tekanan darah tinggi (hipertensi)

-Aneurisma otak, yaitu penggembungan dinding pembuluh darah otak yang lemah akibat tekanan darah atau akibat kelainan sejak lahir

-Malformasi arteri vena otak, yaitu kelainan lahir di mana pembuluh darah arteri dan vena dalam otak terhubung tanpa kapiler

-Kelainan darah yang meningkatkan risiko perdarahan, seperti penyakit anemia sel sabit dan hemofilia

-Tumor otak, baik ganas maupun jinak, yang berdampak ke pembuluh darah otak

Faktor risiko

Stroke hemoragik dapat terjadi pada semua kelompok usia, tetapi risiko terjadinya kondisi ini meningkat seiring pertambahan usia. Stroke hemoragik juga lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita.

Di samping itu, ada faktor risiko lain yang dapat memicu stroke hemoragik, seperti:

-Kebiasaan merokok

-Konsumsi minuman beralkohol secara berlebihan

-Konsumsi obat antikoagulan atau pengencer darah, seperti warfarin

-Penggunaan obat-obatan terlarang atau NAPZA

-Pola makan yang tidak sehat

-Kondisi yang menyebabkan tekanan darah tinggi, misalnya gagal ginjal kronis dan eklamsia

-Waktu tidur yang berlebihan, atau gangguan tidur seperti sleep apnea

-Kondisi genetik yang menyebabkan dinding pembuluh darah lemah dan mudah pecah, seperti sindrom Ehler-Danlos

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Mengenal Stroke Perdarahan yang Sebabkan Kematian Reza Gunawan