15/09/2022 16:01:22
Info Kesehatan

Salah Konsumsi, Obat Juga Bisa Sebabkan Keracunan yang Berujung Kematian

Foto: Ilustrasi/Internet

Sejatinya, konsumsi obat dapat membantu meredakan rasa sakit yang diderita, apapun jenis penyakitnya. Akan tetapi, jika ada kesalahan dalam penggunaan obat baik dosis yang berlebihan atau salah kombinasi, dapat menyebabkan keracunan. Lalu, apa saja gejala keracunan obat?

Belum lama ini, puluhan anak di Gambia, Afrika Barat, dilaporkan meninggal dalam waktu yang berdekatan. Hasil autopsi menunjukkan penyebab meninggal berkaitan kuat dengan obat jenis parasetamol.

"Puluhan anak (di bawah usia lima tahun) telah meninggal dalam tiga bulan terakhir," kata direktur layanan kesehatan Gambia, Mustapha Bittaye, dikutip dari Reuters.

Kepala layanan kesehatan negara Afrika Barat itu mengatakan telah melakukan penyelidikan setelah lonjakan kasus gagal ginjal akut pada anak-anak di bawah usia lima tahun terdeteksi di akhir Juli.

Bagaimana obat dapat menyebabkan keracunan?

Melansir Alodokter, keracunan obat biasanya terjadi pada pasien yang mengonsumsi lebih dari satu jenis obat sehingga mengalami efek interaksi obat atau pada pasien lansia, anak-anak, dan orang yang memiliki masalah kejiwaan. Keracunan obat juga dapat terjadi jika seseorang minum obat disertai minuman atau makanan yang dapat membuat obat tersebut menjadi senyawa beracun, misalnya alkohol.

Selain itu, beberapa orang juga mungkin lebih sensitif terhadap zat tertentu yang ada di dalam obat, sehingga dosis normal pun sudah dapat mengakibatkan keracunan.

Gejala keracunan obat bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis dan dosis obat yang dikonsumsi, serta kondisi kesehatan orang tersebut ketika mengonsumsi obat. Gejala keracunan obat juga sering kali berupa efek samping obat tersebut, tetapi dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi.

Beberapa gejala umum yang dapat muncul pada seseorang yang mengalami keracunan obat adalah sebagai berikut:

-Gangguan pencernaan, seperti mual, muntah atau muntah darah, sakit perut, diare, dan perdarahan pada saluran cerna

-Nyeri dada

-Detak jantung lebih cepat (dada berdebar)

-Sulit bernapas atau sesak napas

-Pusing atau sakit kepala

-Kejang

-Penurunan kesadaran, bahkan hingga koma

-Kulit atau bibir kebiruan

-Hilang keseimbangan

-Kebingungan atau gelisah

-Halusinasi

Lalu, bagaimana cara mengatasinya?

Jika seseorang mengalami keracunan obat, segeralah hubungi ambulans atau bawa ke rumah sakit terdekat agar dapat diberikan penanganan secepatnya. Sambil menunggu bantuan medis datang, hal-hal yang dapat Anda lakukan adalah:

-Cek denyut nadi, pola napas, dan saluran pernapasannya, lalu bila penderita tidak merespons ketika dipanggil, tidak terdengar detak jantung, serta tidak teraba denyut nadi, lakukan resusitasi jantung paru atau RJP, yaitu dengan memberikan napas buatan dan penekanan pada dada.

-Jangan biarkan atau menyuruh penderita muntah, kecuali petugas medis menyarankan demikian.

-Jika penderita muntah dengan sendirinya, segera bungkus tangan Anda dengan kain, lalu bersihkan jalan napas , yaitu tenggorokan dan mulut, orang tersebut dari muntahan

-Sebelum paramedis datang, baringkan tubuh penderita menghadap ke kiri, dan buatlah penderita berada pada posisi yang cukup nyaman.

-Jangan memberikan penderita makanan atau minuman apapun yang dianggap mampu menetralisir racun, seperti cuka, susu, atau jus lemon.

-Jika penderita tidak sadarkan diri, jangan memberikan atau memasukkan apa pun ke dalam mulutnya. (*)

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Salah Konsumsi, Obat Juga Bisa Sebabkan Keracunan yang Berujung Kematian