12/02/2015 14:58:05
Info Kesehatan

Jaga Kebersihan Makanan Agar Terhindar Penyakit Disentri

Disentri berasal dari bahasa Yunani, yaitu dys (=gangguan) dan enteron (=usus), yaitu peradangan usus besar yang ditandai dengan sakit perut dan buang air besar, tinja berlendir bercampur darah. Buang air besar ini berulang-ulang yang menyebabkan penderita kehilangan banyak cairan dan darah.

Penyebab Disentri

Penyebab umum disentri adalah infeksi parasit Entamoeba histolytica yang menyebabkan disentri amuba dan infeksi bakteri golongan Shigella yang menjadi penyebab disentri basiler. Penderita perlu segera mendapatkan perawatan medis, jika tidak dapat mengancam jiwa.

Gejala Disentri

  • Buang air besar dengan tinja berdarah
  • Diare encer dengan volume sedikit
  • Buang air besar dengan tinja bercampur lender (mucus)
  • Nyeri saat buang air besar (tenesmus)

Perawatan
Tujuan pengobatan adalah menghentikan segera gejala yang terjadi dan kemudian menghilangkan amuba dalam tubuh serta menyembuhkan luka akibat infeksi.

Pencegahan Disentri

Pencegahan disentri dapat dilakukan dengan senantiasa menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Langkah awal yang paling sederhana adalah membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan mengkonsumsi makanan yang bersih dan sehat.

Disentri Amoeba

Disentri amoeba (amoebiasis) adalah infeksi usus yang disebabkan oleh amoeba Entamoeba histolytica yang dapat menyebabkan diare bercampur dengan darah. Ada beberapa spesies yang berbeda amoeba, tapi yang paling berbahaya salah satunya seperti Entamoeba histolytica yang hidup terutama di daerah tropis. Spesies ini mampu melalui dinding usus dan menyebar melalui aliran darah untuk menginfeksi organ lain, seperti hati, paru-paru dan otak.

Walaupun penyebab penyakit disentri amoeba (Entamoeba histolytica) tergolong jenis spesies amoeba berbahaya, namun mikroorganisme ini menyebabkan gejala kronis yang ringan seperti tinja longgar atau berair, sakit perut, kram, kelelahan, sembelit (intermitten), diare dengan pembengkakan perut dan perut kembung.

Yang Khas dari Disentri Amoeba

Amoeba adalah parasit yang ditemukan dalam makanan atau minuman yang tercemar. Mereka memasuki tubuh melalui mulut ketika makanan atau minuman yang tercemar ditelan, masuk kedalam system pencernaan tinggal di usus dan menyebabkan infeksi.

Entamoeba histolytica sebagai penyebab disentri amoeba bisa eksis dalam dua bentuk dalam makanan yang terkontaminasi dan minuman, yaitu sebagai amoeba bebas (dikenal sebagai ‘trophozoites’) dan sebagai infektif kista, yang merupakan sekelompok amoeba dikelilingi oleh dinding pelindung yang telah berlalu dikeluarkan dalam tinja manusia atau hewan.

Jika seseorang menelan makanan yang terkontaminasi yang berisi amoeba bebas (trofozoit), hampir tak ada sesuatu yang mungkin terjadi karena mereka biasanya meninggal di dalam perut kerana tingkat keasaman sistem pencernaan, misalnya di lambung. Di sisi lain, kista sangat tahan terhadap isi asam lambung, dan makanan yang terkontaminasi dengan kista merupakan risiko infeksi asli sehingga dapat mengiritasi system pencernaan atau membuat seseorang terserang disentri amoeba. Disentri amoeba diteruskan oleh kebersihan atau sanitasi yang buruk, di mana makanan yang terkontaminasi dan minuman yang dikonsumsi tanpa pemanasan yang memadai (tidak masak).

Disentri amoeba mungkin tidak menunjukkan gejala apapun selama jangka waktu yang lama (berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun). Tapi orang yang terinfeksi masih mengekskresikan kista dan akibatnya menginfeksi lingkungan mereka. Ketika serangan disentri amoeba, mereka merusak dinding usus besar sehingga menyebabkan ulserasi dan perdarahan.

 

 

Dikutip dari berbagai sumber.

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Jaga Kebersihan Makanan Agar Terhindar Penyakit Disentri