16/09/2015 01:29:57
Info Kesehatan

Asap Kebakaran Hutan Dapat Menyebabkan Hipoksia

Sobat Dokcil, seperti yang kita ketahui bahwa saat ini sedang marak dibicarakan masalah kebakaran hutan di Sumatera Selatan yang menimbulkan kabut asap. Peristiwa kebakaran hutan dan lahan tersebut bukan hanya menimbulkan masalah lingkungan, tetapi juga membawa dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.

Kebakaran hutan akan menimbulkan asap yang pekat. Asap inilah yang berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan. Dampak langsung dari asap kebakaran akan sangat mengganggu pernapasan, iritasi mata dan kulit. Kondisi asap akan menyebabkan penurunan kadar oksigen udara luar yang akan membawa dampak buruk bagi kesehatan. Dalam istilah kedokteran, kekurangan oksigen ini disebut juga sebagai hipoksia.

Hipoksia adalah kondisi dimana berkurangnya suplai oksigen ke jaringan di bawah level normal yang tentunya tidak dapat memenuhi kebutuhan tubuh, dan bisa menyebabkan permasalahan kesehatan karena akan berpengaruh pada organ-organ tubuh kita. Hipoksia ini terjadi karena kurangnya kadar oksigen yang kurang di udara. Kadar oksigen yang dialami seseorang akan menyebabkan penurunan suplai oksigen yang berat. Hal ini akan menyebabkan jantung mengalami penurunan suplai oksigen yang disebut iskema. Jika kondisinya lebih parah, mereka juga berpotensi mengalami infark atau kematian jaringan.

Kondisi ini akan semakin parah terutama pada orang yang memang sudah memiliki sumbatan pada pembuluh darah jantung. Pada orang yang mengalami masalah penyumbatan pembuluh darah otak, maka kekurangan oksigen di udara ini akan memperburuk kondisinya. Orang yang alami penyumbatan pembuluh darah otak bisa sampai tak sadarkan diri. Organ-organ lain juga jelas akan mengalami gangguan jika terjadinya hipoksia, misalnya kerusakan hati, ginjal, jantung dan lambung jika mengalami hipoksia sistemik kronik.

Gejala dan tanda utama dari hipoksia adalah adanya peningkatan frekuensi napas lebih dari normal, sianosis, dan gejala-gejala (yang karena terjadi gangguan pada) otak. Peningkatan frekuensi napas terjadi ketika reseptor (saraf penerima) di pembuluh darah tepi terangsang karena rendahnya tekanan oksigen di (pembuluh darah) arteri.

Asap kebakaran hutan bukanlah satu-satunya penyebab hipoksia. Hipoksia juga dapat terjadi jika seseorang mengalami kerusakan pada sistem jantung, pembuluh darah dan sistem pernapasan. Selain itu, berbagai keadaan yang membuat kadar oksigen di sekitar rendah dapat berpotensi jadi penyebab hipoksia. Kondisi yang membuat kadar oksigen sekitar rendah antara lain di dataran yang tinggi, misalnya di pegunungan, ruangan tertutup tanpa sirkulasi udara yang baik atau sirkulasi udara baik tetapi dipenuhi asap rokok.

Seorang perokok pun akan mengalami hipoksia kronis yang jelas akan mengganggu kesehatannya. Faktor usia juga hal yang tidak bisa diabaikan pada seseorang yang mengalami hipoksia. Umur 60 tahun merupakan umur yang dimasukan  pada kelompok usia lanjut, umur 60 tahun juga digunakan sebagai patokan (cut off) untuk menetapkan faktor risiko terjadinya  penyakit. Dengan umur yang semakin tua, yang paling berpotensi terganggu adalah sistem pembuluh darah atau sistem vaskuler antara lain sistem vaskuler di otak, sistem vaskuler di jantung dan pembuluh darah.

Pencegahan dan pengobatan hipoksia dapat dilakukan dengan pemberian oksigen. Pemberian oksigen disesuaikan dengan kadar oksigen dalam darah dan diberikan dengan aliran sedemikian sehingga kadar oksigen dalam darah di atas 90%. Pemberian terapi oksigen juga perlu berhati-hati pada pasien dengan kegagalan pernapasan yang berat seperti penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Normalnya, laju napas kita dipengaruhi oleh kadar karbondioksida dalam darah. Jika kadar karbondioksida tinggi, otak akan mempercepat laju napas kita agar kadar oksigen naik dan kadar karbondioksida turun.

 

Dikutip dari berbagai sumber.

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Asap Kebakaran Hutan Dapat Menyebabkan Hipoksia