11/02/2016 17:54:09
Info Kesehatan

Apa Perbedaan Penyakit Demam Berdarah dan Malaria?

Nyamuk merupakan salah satu hewan penyebar penyakit yang sangat berbahaya. Karena nyamuk dapat  dengan mudah menyebarkan berbagai penyakit, dan nyamuk juga sangat sulit untuk di basmi. Nyamuk diketahui dapat menyebarkan penyakit ke manusia hanya lewat gigitannya saja. Penyakit yang paling sering nyamuk sebarkan adalah demam berdarah atau DBD dan juga penyakit malaria.

Kedua penyakit ini sangat berbahaya jika tidak segera ditangani. Apa lagi jika, masih saja banyak orang yang tidak bisa membedakan antara nyamuk yang menyebarkan demam berdarah dan nyamuk yang menyebarkan penyakit malaria, bisa terjadi hal yang fatal yang menyebabkan penderita berujung kematian.

Berikut adalah perbedaan malaria dan demam berdarah :

1. Jenis Nyamuk

Malaria ditularkan oleh nyamuk Anopheles betina, sedangkan demam berdarah ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti. Jika pada nyamuk Aedes aegypti, Anda akan melihat bintik-bintik putih di badan nyamuk dan kakinya seperti macan tutul. Hewan yang satu ini cenderung suka bermain di air yang bersih, terutama yang berada di sekitar sekolah dan rumah. Nyamuk ini suka berkeliaran di siang hari. Pada saat hinggap, tubuhnya tidak membentuk sudut 90 derajat. Sedangkan nyamuk Anopheles kakinya lebih panjang dan lebih besar juga bentuk tubuhnya kecil dan pendek, pada saat hinggap membentu sudut 90 derajat, warna tubuhnya cokelat kehitaman, dan bentuk sayapnya simetris. Nyamuk ini menyukai air kotor dan tempat sampah. Umumnya nyamuk penyebab penyakit malaria ini ditemukan di daerah pedalaman. Untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk tersebut, kebersihan lingkungan jelas harus dijaga. Pemakaian antinyamuk juga dianjurkan karena umumnya bisa mengusir nyamuk lantaran hewan tersebut tidak menyukai baunya. Sedangkan untuk pemakaian obat nyamuk bakar tidak disarankan memakainya sebab asap dari obat nyamuk bakar bisa masuk ke paru-paru manusia, jika terpaksa memakainya setelah dipakai biarkan dulu selama satu jam.

2. Gejala

Gejala yang mirip antara kedua penyakit tersebut  antara lain demam, sakit kepala, muntah, nyeri otot, pendarahan dan diare. Pada penyakit Malaria, gejala yang ditimbulkan termasuk demam, menggigil, arthralgia (sakit persendian), muntah-muntah, anemia, dan kejang. Dan mungkin juga rasa “tingle” di kulit terutama malaria yang disebabkan oleh P. falciparum. Komplikasi malaria termasuk koma dan kematian bila tak terawat; anak kecil lebih mungkin berakibat fatal. Sedangkan pada penyakit Demam berdarah ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan – pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke Dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.

3. Penyebab Penyakit

Demam Berdarah Dengue atau disingkat DBD disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan lewat gigitan nyamuk Aedes aegipty atau Aedes albopictus berkelamin betina. Virus ini awalnya menyelinap dalam tubuh kemudian hidup di sel yang menuju saluran pencernaan nyamuk. Sekitar 8 hari 10 hari berikutnya, virus akan menyebar ke kelenjar saliva nyamuk, tempat produksi saliva atau ludah atau air liur. Oleh karena itu, nyamuk yang menginfeksi seseorang dengan cara digigit sama saja dengan mengoper atau memindahkan virus dengue bersama air liur nyamuk ke dalam tubuh manusia. Awalnya virus tidak membahayakan karena masih melawan sistem pertahanan tubuh dari bantuan sel darah putih. Lama kelamaan virus memproduksi kembali (atau memperbanyak diri) sehingga sistem kekebalan tubuh tidak kuat menahan serangan virus dengue, akibatnya virus berhasil masuk dan menyebar dalam jaringan tubuh.

Sedangkan penyebab malaria bukanlah virus tetapi disebabkan oleh parasit malaria yang disebut protozoa dari genus Plasmodium dan mudah dikenali dari gejala meriang (panas dingin menggigil) serta demam berkepanjangan.

4. Masa Inkubasi

Masa inkubasi yang lebih panjang pada malaria (sekitar 1 – 3 minggu bahkan bulan sejak awal tertular) sedangkan virus demam berdarah memiliki masa inkubasi yang cepat 3-4 hari. Parasit malaria membutuhkan waktu untuk matang sebelum berkembang dan menginfeksi sistem tubuh manusia, dalam jangka waktu tersebut parasit hanya akan tinggal dalam sel darah manusia.

5. Lokasi dan Perkembangbiakan Nyamuk

Malaria lebih banyak dijumpai di kawasan Afrika sedangkan demam berdarah banyak dijumpai di kawasan Asia Tenggara. Nyamuk anopheles suka berkembang biak di air tenang yang kotor, sedangkan nyamuk aedes aegypti suka berkembang biak di air tenang yang bersih.

6. Waktu Mencari Makan

Nyamuk anopheles betina keluar untuk mencari makan pada waktu senja, ataupun fajar, sedangkan nyamuk aedes aegypti keluar untuk mencari makan pada siang hari.

7. Cara Pengobatan

Demam berdarah dapat disembuhkan dengan istirahat yang cukup untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan asupan cairan yang cukup sangatlah penting. Sedangkan untuk malaria pengobatan harus dilakukan dengan terlebih dahulu mengidentifikasikan jenis parasit yang menginfeksi.

Pertolongan Pertama Penderita Demam Berdarah

Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai bentuk pertolongan pertama terhadap penderita demam berdarah yaitu:

·         Memberikan minum sebanyak mungkin.

·         Kompres agar panasnya turun.

·         Memberikan obat penurun panas.

Jika dalam waktu 3 hari demam tidak turun atau malah naik segera bawa ke rumah sakit atau puskesmas. Jika tidak bisa minum atau muntah terus menerus, kondisi bertambah parah, kesadaran menurun atau hilang maka harus dirawat di rumah sakit.

Pertolongan Pertama Penderita Malaria :

Baringkan dan selimutilah penderita dengan selimut tebal atau kain panas pada saat serangan menggigil dimulai. Kompres kepala dengan air dingin yang diberi campuran gilingan daun dadap srep, ades, dan pulosari. Usahakan agar penderita tiap hari dapat memperoleh sayuran (daun bayam, daun singkong, daun kelintang, potroseli) dan buah-buahan masak  tua di pohon (papaya, jeruk, jambu monyet, nanas). Bila limpa penderita terasa sakit maka demahlah dengan air panas yang dimasukan kedalam botol. Usahakan supaya penderita sering mandi dengan air panas/ berendam dengan air panas/ hangat. Cukup dengan meletakkan satu sendok gula pasir di bawah lidah penderita.

Jika terkena penyakit malaria, usahakan cepat ditangani dengan membawanya berobat ke dokter ahli penyakit malaria. Jika sudah ditangan dokter pastinya akan cepat ditangani namun bagaimana jika anda berada ditempat terpencil dan sangat jauh dari tempat dokter, anda bisa menggunakan cara tradisional.

 

Dikutip dari berbagai sumber.

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Apa Perbedaan Penyakit Demam Berdarah dan Malaria?