11/10/2018 17:26:55
Info Kesehatan

Yuk, Berkenalan dengan GERD!!

Foto: Google.com

Mungkin belum banyak yang tahu apa itu penyakit Gerd. Gejalanya nyaris sama dengan maag, tapi sebenarnya berbeda. Yuk, kita mengenal lebih dekat dengan penyakit ini!

Gerd adalah singkatan dari Gastroesophageal reflux disease merupakan penyakit saluran pencernaan akibat asam lambung yang naik ke esofagus (refluks). Hal ini akan membuat penderitanya merasa mual bahkan muntah, dan dada terasa panas seperti terbakar (heartburn). 
 

Akibat naiknya asam lambung ke esofagus atau kerongkongan, maka sifat asam yang korosif akan mengiritasi dan membakar lapisan permukaan esofagus. Hal ini akan menimbulkan rasa panas pada dada (heartburn) sampai bagian dalam leher bahkan tenggorokan. Beberapa juga merasakan sensasi asam pada mulutnya.  

Penyakit Gerd terjadi ketika ada gangguan pada katup (sphincter) bagian bawah esofagus. Normalnya sphicnter ini tertutup kuat untuk menahan isi lambung supaya tidak naik kembali.  Namun ketika lemah, isi lambung akan naik ke esophagus. 

Di kalangan masyarakat awam mungkin istilah penyakit Gerd masih tergolong asing, atau mereka mendengar pertama kalinya biasanya dari diagnosa dokter atau tenaga kesehatan lainnya. Padahal, banyak lho yang mengalami penyakit Gerd ini, namun kebanyakan hanya menyebutnya sebagai sakit maag atau asam lambung. 

Berikut gejala penyakit Gerd yang perlu Anda ketahui: 
  • Rasa terbakar di dada (heartburn), kadang-kadang menyebar sampai ke tenggorokan, bersama dengan rasa asam di mulut. 
  • Nyeri dada. 
  • Kesulitan menelan (disfagia). 
  • Batuk kering. 
  • Suara serak dan/atau sakit tenggorokan. 
  • Terasa tak nyaman ada benjolan di tenggorokan. 
  • Regurgitasi (mual-muntah) makanan atau cairan asam lambung (acid reflux). 

Gejala Gerd di atas tak selalu muncul semua, karena bergantung dengan tingkat keparahannya. 

Penyebab Gerd dan Cara Mengobatinya

Perbatasan antara esofagus dan lambung terdapat sphincter, yakni otot melingkar yang dapat mengencang (menutup), dan mengendur (membuka). Ketika kita menelan makanan otot sphincter itu akan melonggar sehingga makanan dan cairan mengalir menuju lambung dan seketika setelahnya akan kembali menutup. 

Namun, jika katup ini melemah atau mengendur abnormal, maka asam lambung maupun isi lambung akan bisa mengalir kembali ke esofagus (refluks), dan timbullah rasa mulas dan mual. 

Jika asam lambung terus-terusan refluks, maka akan mengiritasi lapisan esofagus, membuatnya menjadi meradang (esofagitis). Seiring waktu, peradangan dapat merusak lapisan esofagus, menyebabkan komplikasi seperti pendarahan, penyempitan esofagus atau Barrett’s esophagus (kondisi prakanker)

Untuk mengobati Gerd agar berhasil, maka setidaknya diperlukan dua macam pengobatan yaitu dengan minum obat dan mengubah gaya hidup. Obat yang diperlukan untuk Gerd adalah pentralisir asam lambung, mengurangi produksi asal lambung, menguatkan sfinkter, dan mengobati kerusakan lapisan saluran cerna akibat asam lambung. (*)

*dikutip dari berbagai sumber.

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Yuk, Berkenalan dengan GERD!!