27/03/2019 13:52:39
Info Kesehatan

Jangan Khawatir, Epilepsi pada Anak Bisa Disembuhkan

Gangguan yang dialami ibu pada masa kehamilan serta proses persalinan yang sulit bisa menyebabkan gangguan perkembangan otak dan timbulnya epilepsi. Karena itu kejadian epilepsi pada anak-anak lebih tinggi.

Akan tetapi, dengan kepatuhan minum obat dan pola hidup yang sehat epilepsi bisa disembuhkan. Jenis epilepsi pada bayi dan anak sangat beragam. Menurut dr. Hardiono Pusponegoro, Sp.A, dari divisi saraf anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, sebagian besar kasus epilepsi tidak diketahui penyebabnya. 

Namun beberapa diantaranya disebabkan karena gangguan otak seperti kelainan bawaan, trauma otak, infeksi, hingga kekurangan oksigen saat persalinan. Seorang anak bisa disebut menderita epilepsi jika ia mengalami kejang spontan dua kali atau lebih tanpa sebab yang jelas.

’’Kejang ini disebabkan oleh aliran listrik berlebihan di otak yang muncul sebagai kejang,’’ ujarnya seperti yang dilansir dari sebuah media nasional.

Ia menjelaskan, pada dasarnya epilepsi tidak menular dan tidak mengganggu kecerdasan anak.

’’Bila anak kejang lebih dari 15 menit memang bisa merusak otaknya. Namun biasanya kejang hanya berlangsung tak lebih dari tiga menit,’’ kata ahli tumbuh kembang ini.

Pengobatan epilepsi menurut Hardiono sebaiknya mempertimbangkan aspek efek sampingnya. ’’Jangan hanya mencari obat yang paling murah, tapi perhatikan efek sampingnya karena ada yang bisa mengganggu konsentrasi dan menyebabkan alergi,’’ katanya.

Pengobatan monoterapi atau memakai satu jenis obat, lanjut Hardiono, lebih efektif dibanding beberapa jenis obat. Makin sedikit obatnya, makin bagus hasilnya. Sekitar 70 persen tidak kejang sama sekali.

Pasien epilepsi memang harus mengonsumsi obat dalam jangka panjang karena itu diperlukan kepatuhan agar terapinya berhasil.  ’’Setelah dua tahun tidak kejang lagi, kita akan evaluasi. Obat juga tidak boleh dihentikan seketika namun perlahan-lahan,’’ ucapnya.

Penghentian obat secara mendadak, kata Hardiono, bisa berakibat fatal. Meski sudah tidak kejang lagi tapi belum tentu aktivitas listrik di otaknya sudah normal. Jika obat dihentikan anak bisa kejang-kejang hebat, dan ini justru berbahaya.

Kejang epilepsi terjadi karena adanya gangguan sistem saraf pusat yang menyebabkan kejang atau terkadang hilang kesadaran. Meski banyak dialami anak-anak, epilepsy dapat disembuhkan dengan minum obat. Lantas, apa yang harus orang tua lakukan saat mendampingi si kecil menjalani pengobatan epilepsi?

Hindari kesalahan minum obat

Jika anak Anda mengalami kejang berulang hingga dua kali atau lebih pada waktu yang berbeda dan tidak ada penyebab lain, maka anak Anda bisa dikatakan mengalami epilepsi. Pengobatan untuk epilepsi biasanya dimulai dengan obat-obatan untuk mencegah kejang, atau disebut dengan obat antiepilepsi.

Sebelum memulai pengobatan, dokter akan melakukan pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) untuk melihat otak bagian mana yang menjadi penyebabnya. Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk melihat adakah penyebaran ke area lain di otak serta untuk melihat jenis epilepsi pada anak.

Semua itu bermanfaat untuk menentukan obat antiepilepsi yang akan diberikan, jenis epilepsi, dan menentukan perjalanan penyakit epilepsi di kemudian hari. Setiap anak akan merespon obat antiepilepsi dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, obat antiepilepsi akan diberikan bertahap.

Obat terus diberikan hingga anak bebas kejang

Awal pengobatan, dokter akan memberikan satu jenis obat epilepsi dengan dosis minimal. Jika kejang masih muncul, dokter akan menaikkan dosis secara bertahap sampai dosis optimal yang dapat mencegah kejang.

Dosis yang sudah tepat akan terus dipertahankan sampai dua tahun bebas kejang. Dosis juga akan disesuaikan jika terjadi kenaikan berat badan anak.

Jika satu jenis obat dengan dosis maksimal, tidak dapat mengendalikan kejang anak, dokter akan menambahkan obat antiepilepsi kedua. Atau menukar dengan jenis obat yang berbeda.

Namun, dengan dosis tepat dari obat yang tepat, sekitar 7 dari setiap 10 anak dengan epilepsi dapat mengendalikan kejangnya. Jika obat antiepilepsi tidak berfungsi, ada beberapa pilihan pengobatan lain termasuk operasi otak.

Pengobatan epilepsi pada anak tentu bukanlah hal yang mudah. Orang tua perlu memerhatikan hal-hal berikut demi membuat pengobatan epilepsi kian lancar dan si kecil cepat sembuh:

-Jadwal minum obat

Jika obat harus diminum dua kali sehari, berarti jarak minum obat adalah 12 jam. Demikian juga jika dosis obat tiga kali sehari, maka jarak minum adalah 8 jam. Berhenti minum obat tiba-tiba akan mengakibatkan timbulnya kejang.

Jika Anda lupa memberi obat, maka berikan sesegera mungkin ketika Anda ingat. Tanyakan pada dokter Abda apa yang harus dilakukan jika anak Anda lupa minum satu dosis obat.

Beritahu dokter Anda tentang obat lain yang sedang diminum anak Anda, termasuk vitamin, untuk mengetahui apakah obat tersebut memengaruhi kerja obat antiepilepsi. Karena beberapa obat seperti dekongestan, astosal dan obat herbal dapat berinteraksi dengan obat antiepilepsi.

-Jangan mengganti obat antiepilepsi sembarangan

Misal ganti obat merek paten ke obat generik tanpa konsultasi dengan dokter anak Anda. Karena perbedaan pemrosesan obat dapat memengaruhi metabolisme obat antiepilepsi dalam tubuh anak. Anak dengan epilepsi sebaiknya memakai tanda pengenal.

-Beritahukan guru anak Anda

Hal ini penting agar guru bisa ikut mengingatkan anak untuk minum obat jika jadwal konsumsi ketika anak berada di sekolah.

-Sediakan obat cadangan untuk dua minggu, menghindari kehabisan obat dadakan. Simpan obat antiepilepsi di tempat yang sulit dijangkau anak Anda.

-Untuk anak yang sudah besar, pasang alarm pengingat waktu minum obat yang dilengkapi dengan kotak obat.

-Jika Anda dan anak sedang menginap di luar rumah, untuk memudahkan, bagi obat antiepilepsi ke dalam beberapa dosis untuk pemakaian seharí. (*)

 

*Dari berbagai sumber

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Jangan Khawatir, Epilepsi pada Anak Bisa Disembuhkan