10/05/2019 12:34:52
Info Kesehatan

Alergi Makanan Bisa Muncul Sejak Anak Masih Bayi

Untuk mengetahui apakah anak Anda memiliki alergi terhadap makanan atau tidak, bukan sesuatu yang sulit dideteksi. Sebab, anak akan menunjukkan reaksi alerginya begitu makanan yang disantap tidak cocok untuk tubuhnya.

Gejalanya memang tidak bisa langsung diketahui karena perlu waktu bagi tubuh anak untuk memunculkan reaksi alergi. Meski demikian, Anda akan dengan mudah mengenalinya jika anak ternyata memiliki alergi terhadap makanan tertentu.

Alergi makanan merupakan reaksi imun terhadap senyawa dari dari makanan, yang disebut sebagai alergen. Alergi makanan terjadi saat sistem kekebalan tubuh anak menjadi bingung terhadap suatu zat yang terkandung dalam makanan tersebut.

Saat makanan yang menyebabkan alergi dimakan oleh anak, zat dalam makanan tersebut dapat memicu reaksi dari tubuh karena tubuh menyangka zat tersebut sebagai bahaya. Sistem kekebalan tubuh anak kemudian akan membentuk antibodi untuk melawan alergen dari makanan tersebut.

Saat anak memakan makanan tersebut di lain waktu, maka tubuh akan melepaskan senyawa yang disebut dengan histamin untuk melindungi tubuh dari bahaya. Pelepasan senyawa ini dapat menyebabkan timbulnya gejala, seperti pilek, bersin, gatal, dan batuk. Gejala ini bisa muncul dalam bentuk ringan atau lebih berat.

Mengetahui alergi pada anak mungkin butuh waktu. Anak bisa langsung menunjukkan reaksi saat pertama kali makan atau membutuhkan waktu untuk memunculkan reaksi alergi terhadap makanan. Setiap anak yang alergi dengan makanan atau dengan hal lain mempunyai batas yang harus dicapai sebelum alergi dapat menyebabkan reaksi. Biasanya tubuh anak membutuhkan waktu beberapa bulan untuk bisa mengembangkan alergi.

Alergi makanan bisa mulai muncul saat anak masih bayi dan di awal-awal masa anak. Biasanya hal ini disebabkan oleh sejumlah kecil bahan makanan. Anak yang mempunyai alergi makanan biasanya adalah yang mempunyai keturunan alergi dari keluarganya. Bayi yang pernah mengalami eksim biasanya berisiko untuk mempunyai alergi makanan. Semakin parah bayi mengalami eksim di awal kehidupannya, semakin besar kemungkinan bayi mempunyai alergi makanan.

Beberapa alergi makanan bisa dengan mudah dikenali segera setelah beberapa menit atau beberapa jam anak Anda kontak dengan makanan. Jika anak mempunyai alergi makanan, setelah anak makan makanan tertentu pertama kali atau kedua kalinya, anak akan menunjukkan reaksi seperti:

  • · Pada kulit: gatal-gatal, eksim, kemerahan, bengkak pada wajah, bibir, lidah, dan mulut
  • · Pada saluran pencernaan: sakit perut, mual, muntah, atau diare
  • · Pada saluran pernapasan: pilek, hidung tersumbat, bersin, batuk, mengi, atau sesak napas
  • · Pada sistem kardiovaskular: hilang kesadaran atau pingsan


Reaksi alergi makanan dapat memengaruhi salah satu dari empat bagian di atas. Reaksi ini muncul berbeda-beda antar anak, bisa ringan atau berat, juga bisa melibatkan salah satu dari bagian tubuh di atas atau melibatkan banyak bagian tubuh. Reaksi yang sangat serius disebut sebagai anafilaksis yang bisa mengancam jiwa anak. Oleh karena itu, jika anak memunculkan salah satu dari reaksi alergi di atas, sebaiknya segera bawa anak Anda ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut.

Anda perlu membedakan antara alergi makanan dengan intoleransi makanan. Intoleransi makanan tidak menyangkut sistem kekebalan tubuh, biasanya hal ini disebabkan oleh  ketidakmampuan anak dalam mencerna zat tertentu dalam makanan (seperti laktosa). Selain itu, intoleransi laktosa biasanya menunjukkan gejala, seperti gangguan pencernaan, perut bergas, mencret, sakit kepala, dan bersendawa.

Jika anak mempunyai keturunan alergi, sebaiknya sejak anak masih bayi Anda mulai memperkenalkan makanan kepadanya secara bertahap. Cara ini dilakukan untuk mengetahui reaksi dari masing-masing makanan, sehingga memudahkan Anda dalam mengenali reaksi alergi anak terhadap makanan baru.

Setiap kali Anda memberikan makanan baru, pastikan Anda tunggu 3-5 hari sebelum Anda memberikan makanan baru lainnya kepada anak. Pada saat ini, perhatikan apakah anak memunculkan reaksi alergi terhadap makanan. Jika tidak memunculkan reaksi, Anda bisa meneruskan pemberiannya. Jangan menghilangkan makanan lain yang bisa bayi terima.

Jenis makanan atau urutan makanan yang diperkenalkan kepada anak tidak masalah jika diberikan secara acak, yang terpenting Anda memberikan makanan satu per satu, terutama makanan yang sering memunculkan reaksi alergi.

Beberapa makanan yang paling sering menyebabkan alergi, yaitu susu sapi, telur, kacang kedelai, gandum, kacang pohon (seperti kacang kenari dan kacang mete), ikan, kerang, udang, kepiting, dan makanan laut lainnya yang bercangkang. Para ahli menyarankan agar Anda menunggu sampai bayi berusia agak besar (setidaknya 3 tahun) untuk dapat menawarkan bayi makanan seperti di atas, terutama kacang. (*)

 

*Dari berbagai sumber

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Alergi Makanan Bisa Muncul Sejak Anak Masih Bayi