15/05/2019 12:04:42
Info Kesehatan

Termasuk Virus Langka, Cacar Monyet Belum Ada Vaksinnya

Belakangan ini Indonesia dihebohkan oleh berita terkait cacar monyet atau monkeypox. Kabar ini dipicu oleh seorang warga negara Nigeria yang tengah berada di Singapura dinyatakan positif terjangkit virus tersebut.

Meski pihak Kementerian Kesehatan RI sudah memberikan penjelasan bahwa cacar monyet belum ditemukan di Indonesia, namun ada baiknya jika kita tetap berhati-hati. Apa itu cacar monyet? Seperti apa gejala dan cara pencegahannya?

Cacar monyet adalah infeksi virus langka yang sebenarnya tidak dapat menyebar dengan mudah antarmanusia. Virus ini mirip dengan cacar (variola atau smallpox, bukan cacar air) meskipun lebih ringan.

Penderita cacar monyet dapat pulih dalam beberapa minggu. Hanya dalam beberapa kasus yang jarang saja dapat berakibat fatal.

WHO menjelaskan sebagian besar virus ini ditularkan oleh hewan liar seperti hewan pengerat dan primata kepada manusia, sementara penyebaran dari manusia ke manusia lain sangat terbatas. Inilah alasan virus ini diberi nama cacar monyet.

Penularan utama dari hewan ke manusia terjadi lewat kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau kulit hewan yang terinfeksi. Memakan daging yang tidak dimasak dengan baik dari hewan yang terinfeksi juga mungkin menjadi salah satu cara penularan.

Sementara, penularan sekunder dari manusia ke manusia dapat terjadi melalui kontak tatap muka dalam waktu yang lama dengan orang yang terinfeksi, lesi kulit atau benda yang terkontaminasi cairan pasien.

Saat sudah terinfeksi, cacar monyet ini mengalami masa inkubasi selama 5 hingga 21 hari sampai munculnya gejala. Pada periode 0-5 hari ditandai dengan muncul demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung, nyeri otot, dan kurang bertenaga.

Dalam 1-3 hari biasanya muncul ruam seperti cacar di sekitar wajah dan tempat lain di tubuh. Ruam ini bakal hilang sekitar tiga pekan.

Tak ada pengobatan khusus atau vaksin yang tersedia untuk menangkal cacar monyet. Tapi, WHO menyatakan vaksin cacar 85 persen efektif mencegah cacar monyet, seperti vaksin cacar, cidofovir, vaksin ST-246, dan vaccinia imun globulin (VIG).

WHO mencatat kasus kematian dalam wabah cacar monyet berkisar 1-10 persen, dengan sebagian besar kematian terjadi pada usia muda.

Kasus pertama cacar monyet pada manusia terjadi pada 1970 pada seorang anak laki-laki berusia 9 tahun di Kongo. Sejak saat itu, kasus cacar monyet semakin banyak ditemukan. Tercatat, terdapat 10 negara di Afrika yang pernah terserang wabah cacar monyet. Yang terbaru adalah Nigeria pada tahun lalu.

Perlu tes laboratorium

Tak mudah untuk mendeteksi cacar monyet, harus melakukan tes laboratorium secara khusus untuk melihat penyakit ini. Meskipun sulit dideteksi, namun ada gejala-gejala umum pada penderita cacar monyet. Berikut yang perlu diketahui tentang cacar monyet dan cara menanganinya:

1. Demam dan Muncul Ruam di Sekujur Tubuh

Gejala awal cacar monyet muncul antara satu hingga tiga hari. Awalnya penderita mengalami demam dan ruam-ruam di sekujur tubuh. Ruam muncul dari wajah hingga ke bagian tubuh lain.

Ruam kemudian berkembang dari maculopapules (lesi dengan bentuk rata) menjadi vesicles (benjolan kecil dan padat), bintik-bintik, hingga menjadi lapisan kulit kering.

2. Masa inkubasi (waktu dari paparan gejala pertama) adalah sekitar 7 hingga 14 hari. Selama masa inkubasi, penyakit ini tidak menular. Tapi setelah penyakit ini berkembang, penularan penyakit akan cepat.

Saat masa perkembangan, kulit pasien muncul koreng dari lesi cacar. Akibatnya, cacar monyet bisa menular sekitar empat hingga lima pekan. Namun jika gejala semakin parah, segera konsultasikan ke dokter.

3. Jika ada kerabat yang tertular cacar monyet, ada baiknya Anda melakukan pencegahan agar tak ikut tertular. Pencegahan pertama dengan menghindari kontak dengan tikus dan primata. Ke-dua, gunakan sarung tangan saat menangani hewan yang sakit atau sedang terinfeksi, dan selama prosedur pemotongan hewan. Untuk pencegahan, jangan sampai terkontak langsung dengan darah hewan.

Untuk mencegah penularan dari manusia ke manusia, sebisa mungkin hindari kontak terhadap pasien cacar monyet. Gunakan sarung tangan dan peralatan pelindung saat merawat orang sakit. Kemudian cuci tangan setelah merawat atau mengunjungi orang sakit. Diusahakan ruangan pasien steril. (*)

 

*Dari berbagai sumber

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Termasuk Virus Langka, Cacar Monyet Belum Ada Vaksinnya