16/05/2019 11:49:16
Info Kesehatan

Hindari Tipes saat Puasa, Pilih Makanan yang Benar-Benar Higienis

Penyakit tipes atau demam tifoid sangat berisiko membahayakan jiwa. Ya, penyakit ini bisa mematikan. Demam tifoid biasa menyerang siapa saja di hampir semua kelompok usia. Akan tetapi, anak-anak yang paling rentan terkena penyakit ini. 

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini, terutama menyebar melalui makanan dan minuman yang tidak higienis atau tercemar. Bakteri penyebab tipes, seperti Salmonella typhosa atau Salmonella paratyphi menyebar melalui tinja atau urin penderita. Ketika makanan atau minuman tercemar olehnya, maka risiko penularan akan terjadi pada orang yang mengonsumsinya.

Seperti halnya orang dewasa, ciri-ciri tipes pada anak juga berupa demam, tidak nafsu makan, mual, muntah, dan gangguan buang air besar. Apabila tidak segera diobati pada saat yang tepat, maka dapat menyebabkan kerusakan parah pada tubuh anak dan mungkin juga berakibat fatal.

Inilah gejala dan ciri-ciri tipes pada anak yang harus diwaspadai:

1. Demam tinggi

Demam merupakan gejala tipes yang pertama kali muncul. Suhu bisa naik hingga 40° C. Dalam kisaran yang lebih rendah, suhu berkisar antara 38 ° C - 39 ° C. Suhu tubuh dirasa semakin hari semakin meningkat, dan mencapai puncak pada sore hingga malam hari. Suhu tubuh di siang hari lebih rendah namun tidak sampai mencapai suhu normal tubuh.

2. Sakit tenggorokan

Rasa sakit tenggorokan bisa terlihat pada banyak anak. Akibatnya, anak itu menolak makan karena tenggorokannya sakit. Namun, perlu diperhatikan bahwa demam dan sakit tenggorokan memiliki banyak kemungkinan penyebab, termasuk yang tersering adalah radang tenggorokan. Baca: 8 Penyebab Sakit Tenggorokan dan Tips Mengatasinya

3. Ruam atau bintik-bintik berwarna merah

Jika Anda memperhatikan, terkadang ada ruam atau bintik-bintik berwarna merah di bagian atas perut anak, yaitu di daerah dada bagian bawah. Meskipun tanda ini tidak selalu muncul pada penderita, namun jika muncul bersamaan dengan ciri-ciri tipes lainnya, maka kecurigaan semakin kuat.

4.  Sakit perut, mual, dan muntah

Banyak anak mengeluhkan sakit perut saat menderita tipes. Hal ini terjadi karena terkait dengan makan makanan atau air yang terkontaminasi dan ketika bakteri menimbulkan peradangan pada saluran pencernaan. Pada saat ini anak tidak mau makan atau mengalami penurunan nafsu makan.

5.  Diare

Anak-anak yang sakit tipes dapat mengalami serangan diare karena infeksi terjadi akibat mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis. Jika anak mengalami demam tinggi disertai diare, maka dapat membuat situasi menjadi sangat serius. Oleh sebab itu jangan sepelekan, penanganan medis harus segera dilakukan.

6.  Sembelit

Meskipun sembelit lebih jarang jika dibandingkan diare. Namun, gangguan penceranaan satu ini juga menjadi salah satu dari sekian banyak ciri-ciri tipes pada anak yang perlu diperhatikan. Dan perlu Anda tahu, sembelit lebih sering terjadi pada kasus tipes orang dewasa.

7.  Kehilangan nafsu makan

Selama infeksi berlanjut di tubuh, anak tidak akan tertarik untuk makan apapun. Masalah sakit tenggorokan juga bisa mempengaruhi nafsu makan. Oleh sebab itu, cobalah memberikan makanan lunak, semi padat atau cair agar tubuh tak dirugikan akibat asupan yang buruk.

8. Lidah putih

Ketika dokter memeriksa seorang anak yang dicurigai menderita tipes, ia memeriksa lidahnya dengan seksama. Karena salah satu dari ciri-ciri tipes pada anak yang juga penting adalah lidah berwarna putih.  Lidah tampak seperti kotor dan berselaput di bagian tengah sementara bagian tepi dan ujung lidah masih tampak merah.

9. Perut membesar

Saat anak menunjukkan perut bengkak karena tipes, maka indikasinya tidak terlalu menguntungkan. Ini adalah tanda yang jelas bahwa infeksi telah berkembang cukup pesat sehingga menyebabkan perut bengkak. Segera periksakan ke dokter dan dapatkan perawatan medis yang tepat jika buah hati Anda mengalaminya.

10. Sakit kepala

Si kecil mungkin terlalu kecil untuk mengerti dan menyatakan bahwa dia sakit kepala. Tapi ayah bunda dapat mengamati dari reaksi tubuh dan perilakunya. Akibat sakit kepala, umumnya si kecil akan menjadi sangat jengkel dan rewel dan mungkin menangis terus.

 

11. Berat badan dan kelemahan

Dengan demam tinggi dan kurangnya asupan makanan, jelas membuat tubuh menjadi sangat lemah. Penurunan berat badan pun tak dapat dihindari, bahkan penurunannya sangat drastis dan mungkin diperlukan banyak waktu untuk pemulihannya.

 

*Dari berbagai sumber

 

 

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Hindari Tipes saat Puasa, Pilih Makanan yang Benar-Benar Higienis