21/05/2019 11:21:52
Info Kesehatan

Radang Sendi Kronis Akibat Serangan Autoimun, Benarkah?

Mungkin, belum banyak orang tahu bahwa radang sendi kronis atau rheumatoid arthritis (RA) termasuk dalam penyakit autoimun. Seperti halnya penyakit autoimun lain, radang sendi kronis juga tidak dapat disembuhkan.

Rheumatoid Arthritis adalah peradangan kronis pada sendi yang bisa menghancurkan jaringan persendian dan bentuk tulang. Jika tidak diobati dengan baik, pengidapnya akan mengalami cacat permanen.

’’Autoimun tuh sebenarnya banyak jenisnya, ada lupus, rheumatoid arthritis dan semacamnya. Memang kelihatannya kami tuh nggak sakit tapi kadang memang sendinya tiba-tiba sakit nggak bisa gerak sama sekali malah kalau sudah flare kalau kecapean atau stres,’’ tutur salah satu penyintas RA, Evi Parwati, seperti dilansir dari DetikHealth.

Evi menambahkan gejala awal yang dirasakan oleh pengidap RA seringnya adalah rasa nyeri yang hebat di pagi hari, lelah tanpa sebab, dan demam yang tak kunjung sembuh.

’’Terdeteksi awal 2010, sebenarnya disembuhkan sih nggak mungkin karena sistem imun kita error yang menyerang persendian jadi dirusak persendiannya sampai bisa bengkok. Awalnya dikira saya juga lupus, pas di tes hasilnya RA,’’ ujarnya menambahkan.

Dalam kesempatan yang sama, Wulan Triwidiastuti yang juga penyintas RA memperlihatkan kondisi tangannya yang bengkok akibat penyakit tersebut. Awalnya hanya merasa kaku dan bengkak hingga akhirnya jarinya tidak bisa berada di kondisi semula lagi.

Evi saat ini menjabat sebagai ketua komunitas SAHARA atau Sahabat Rheumatoid Arthritis yang dibangun untuk memberikan edukasi bagi sesama pengidap RA. Sebab menurutnya jika penyakit ini tidak ditangani dengan serius akan menyebabkan disabilitas dan kelumpuhan.

Apa Itu Rheumatoid Arthritis?

Rematik atau yang dalam bahasa medis disebut dengan rheumatoid arthritis (atau biasa disingkat RA) adalah penyakit yang menyebabkan radang, dan kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan autoimun.

RA dapat memengaruhi kemampuan penderitanya dalam melakukan aktivitas harian, seperti menulis, membuka botol, memakai baju, dan membawa barang. Peradangan sendi yang mengenai pinggul, lutut atau kaki juga dapat membuat sulit berjalan, membungkuk, atau berdiri.

Rheumatoid arthritis adalah salah satu penyakit yang seringnya dialami oleh orang lanjut usia (lansia). Akan tetapi, RA juga bisa dialami oleh orang dewasa muda, remaja, dan bahkan anak-anak. Wanita diketahui 2-3 kali lebih berisiko mengalami rematik dibanding pria.

Anda dapat mengurangi kemungkinan menderita penyakit ini dengan menurunkan faktor risiko Anda. Diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Gejala paling khas dari rheumatoid arthritis adalah nyeri sendi dan kekakuan sendi yang biasanya memburuk di pagi hari setelah bangun tidur atau duduk terlalu lama. Sendi yang terkena dapat memerah, bengkak, dan terasa hangat ketika disentuh.

Gejala lain rheumatoid arthritis adalah mata gatal atau perih, lemas, lesu, tidak bertenaga, nafsu makan menurun drastis, dan demam.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala rematik yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala rematik tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

 

*Dari berbagai sumber

 

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Radang Sendi Kronis Akibat Serangan Autoimun, Benarkah?