01/08/2019 12:37:36
Info Kesehatan

Mengenal Rotavirus, Penyebab Utama Diare pada Anak

 Rotavirus adalah salah satu penyebab paling umum diare dan infeski parah, termasuk dehidrasi pada bayi dan anak-anak. Infeksi rotavirus jika dibiarkan bisa menyebabkan kematian. Apa saja gejalanya?

Hampir semua anak mengalami infeksi rotavirus pada saat mereka berusia 5 tahun. Di Amerika Serikat, infeksi rotavirus bertanggung jawab atas sekitar 3 juta kasus diare dan 55.000 rawat inap untuk diare dan dehidrasi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun setiap tahunnya.

 Lebih dari itu, diare yang disebabkan oleh rotavirus mengakibatkan lebih dari setengah juta kematian di seluruh dunia setiap tahun. Ini terutama berlaku di negara-negara berkembang, ketika gizi dan perawatan kesehatan tidak optimal.

Anak-anak dengan infeksi rotavirus mengalami demam, mual, dan muntah, sering diikuti oleh kram perut dan seringnya diare berat. Anak-anak juga sangat mungkin terkena batuk dan pilek. Kadang-kadang diare yang menyertai infeksi rotavirus sangat parah sehingga dapat dengan cepat menyebabkan dehidrasi. 

Tanda-tanda dehidrasi, termasuk rasa haus, iritabilitas, gelisah, lesu, mata cekung, serta mulut, lidah, dan kulit kering. Biasanya penyakit dikarenakan rotavirus ini cepat menular. Terutama di pusat pengasuhan anak dan rumah sakit anak-anak. 

Rotavirus ditularkan melalui anus ke mulut. Kotoran dari anus tanpa sengaja masuk ke dalam mulut anak dan tertelan. Ini biasanya terjadi saat tangan anak kotor akibat menyentuh atau memegang benda yang sudah terkontaminasi.

Biasanya ini terjado ketika anak-anak tidak sering mencuci tangan terutama sebelum dan setelah makan. Oleh karena itu, penting sekali mengingatkan anak untuk cuci tangan menggunakan sabun setelah dari toilet. Orang yang merawat anak-anak, termasuk pekerja perawatan kesehatan dan pengasuhan anak juga dapat menyebarkan virus, terutama jika mereka tidak mencuci tangan setelah mengganti popok.

Pencegahan

American Academy of Pediatrics (AAP) sekarang merekomendasikan vaksin rotavirus dimasukkan dalam barisan imunisasi rutin yang diberikan kepada semua bayi. Vaksin RotaTeq telah ditemukan untuk mencegah sekitar 75 persen kasus infeksi rotavirus dan 98 persen kasus berat akibat rotavirus. Vaksin lain, Rotarix, juga tersedia dan efektif dalam mencegah infeksi rotavirus.

Mencuci tangan dengan baik dan sering merupakan cara terbaik untuk membatasi penyebaran infeksi rotavirus. Anak-anak yang terinfeksi harus tinggal di rumah dan jauh dari aktivitas sampai masa diarenya berakhir. Di rumah sakit, wabah rotavirus dikendalikan dengan mengisolasi pasien yang terinfeksi dan mengikuti prosedur cuci tangan yang ketat.

Bayi atau balita yang mengalami dehidrasi sedang atau berat mungkin perlu dirawat di rumah sakit dengan cairan intravena (IV) untuk mengembalikan cairan tubuh dan kadar garam kembali normal. Sebagian besar anak-anak yang lebih tua dapat dirawat di rumah.

Saat merawat anggota keluarga yang terkena diare di rumah, untuk mencegah dehidrasi, ikuti panduan dokter tentang apa yang harus dimakan dan diminum oleh anak. Dokter mungkin menyarankan agar orangtua memberi anak minuman khusus yang menggantikan cairan tubuh, terutama jika diare telah berlangsung lebih dari tiga hari.

Secara umum, anak-anak dengan diare ringan yang tidak mengalami dehidrasi bisa terus makan dengan normal, tetapi harus minum lebih banyak cairan. Jus buah dan minuman ringan dapat membuat diare lebih buruk dan harus dihindari.

Anak-anak yang mengalami dehidrasi ringan hingga harus mendapatkan cairan rehidrasi oral dalam jumlah kecil dan sering. Kemudian, harus kembali makan dengan normal ketika keadaannya lebih baik, sedangkan anak-anak yang masih menyusu harus disusui seperti biasa.

*Dari berbagai sumber

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Mengenal Rotavirus, Penyebab Utama Diare pada Anak