13/08/2019 12:43:49
Info Kesehatan

Kapan Ya, Usia yang Tepat untuk Si Kecil Makan Daging?

 Bagi ibu muda yang baru punya anak, mungkin bertanya-tanya: kapan ya usia yang tepat untuk si kecil makan daging? Nah, supaya tidak salah mengenalkan jenis makanan baru pada si kecil, yuk simak ulasan Dokcil di bawah ini!

Menurut dokter spesialis anak Franda Prawita seperti dilansir oleh gizi.depkes.go.id, orang tua perlu mengupayakan makanan awal yang bertekstur lembut pada buah hati mereka, agar saluran cerna anak tidak kaget saat menerimanya. Salah satu jenis makanan yang membutuhkan kesiapan saluran cerna adalah daging sapi.

Dijelaskan, daging bisa diberikan pada bayi saat mereka mulai mendapat makanan pendamping ASI (MPASI). Akan tetapi, mengingat terlalu banyak asupan protein dapat membebani kerja ginjal, teknik mengunyah dan menelan si kecil, maka daging harus diberikan secara bertahap sesuai usia bayi. Hal ini berkaitan dengan mekanisme menelan dan kemampuan bayi mencerna yang masih lemah.

 Berikut adalah tahapan mengenalkan daging sapi pada balita:

Tahap 1: Kaldu Daging

 Kaldu merupakan air hasil rebusan daging dengan sedikit lemak yang direbus lama, kurang lebih 2-4 jam. Kalau Anda pernah mendengar kaldu tulang atau biasa dikenal dengan bone stock atau broth, tapi hasilnya berbeda dengan kaldu daging. Kaldu tulang terbuat dari tulang dan beberapa sayuran, dimasak lebih lama dari kaldu daging, dan memiliki tekstur lebih kental dan rasa gurih yang pekat. Kaldu terbaik disebut-sebut sebagai yang terbaik, namun untuk bayi yang baru lulus ASI, sebaiknya berikan kaldu daging.

Setelah bayi Anda diberikan pure encer buah dan sayur, begitu lulus ASI, usia 6 bulan, ia boleh mencoba rasa lain di bulan selanjutnya. Kaldu daging bisa jadi pilihan Anda untuk mengenalkan rasa gurih lainnya. Untuk membuat kaldu daging, tidak perlu setiap hari. Anda dapat menyimpannya di freezer.

Tahap 2: Daging Saring

 Jika Anda datang ke supermarket atau ke pasar tradisional untuk membeli daging sapi saring, pasti tidak akan tersedia. Daging saring ini adalah daging yang sudah menjadi masakan (seperti nasi sup daging), lalu dihaluskan dengan blender, kemudian disaring terlebih dahulu sebelum diberikan pada si kecil. Daging saring juga terkenal dengan sebutan bubur saring. Proses menyaring ini dilakukan agar tekstur makanan menjadi lembut, agak cair namun menuju ke bentuk padat.

Daging yang disaring cocok diberikan pada anak usia 7-8 bulan. Menurut dr. I.G.A.N Partiwi, SpA, MARS, di dalam bukunya ’’Sehat Lezat’’, anak usia ini sudah bisa dikenalkan dengan menu yang lebih beragam, atau dengan zat gizi lain seperti makanan yang mengandung karbohidrat dan protein. Hanya saja, tidak serta merta diberikan sepiring nasi dengan daging begitu saja. Karena itu, daging saring sangat cocok untuk mereka.

Tahap 3: Daging Cincang

 Daging cincang artinya daging yang digiling menggunakan alat penggiling khusus. Disarankan untuk membeli langsung di supermarket atau pasar tradisional ketimbang menggilingnya sendiri menggunakan food processor. Sebab, tidak mudah menggiling daging dengan alat tersebut. 

Daging giling bisa Anda berikan pada anak usia 9-10 bulan. Kemampuan mencerna anak usia ini menurut Infant Feeding in Emergencies, Unicef, sudah mampu menikmati makanan yang ditumbuk atau makanan dengan tekstur agak kasar. Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS di dalam bukunya ’’Variasi Bubur Saring Sehat untuk Bayi Usia 8 Bulan Ke Atas’’, pun menekankan bahwa menginjak usia 8 bulan, perkembangan fungsi organ pencernaan bayi semakin sempurna. Sebisa mungkin hindari daging olahan, seperti sosis, bakso, kornet, atau nugget siap saji, karena selain tinggi garam, juga mengandung pengawet dan bahan kimia lain yang merugikan kesehatan.

Tahap 4: Daging Potong Dadu

 Daging sapi yang sudah dipotong dadu akan banyak Anda temukan di supermarket. Daging potong dadu ini sangat memudahkan untuk Anda, dibandingkan membeli daging sapi utuh lalu memotong sendiri. Daging potong dadu bisa diberikan pada anak usia di atas 12 bulan, yang mulai bisa makan makanan orang dewasa.

Anda juga bisa memotongnya kembali menjadi dua atau empat bagian agar daging yang diberikan pada si kecil bisa langsung masuk ke mulutnya. Daging potong dadu biasanya digunakan untuk masakan sup, satai, atau tumisan.

Tahap 5: Daging Utuh

 Daging utuh merupakan potongan-potongan daging dalam ukuran besar. Daging utuh sebaiknya tidak diberikan langsung pada si kecil, kecuali ia sudah mahir menggunakan tangannya untuk memotong daging menggunakan pisau makan sendiri. Rasa-rasanya jarang sekali balita yang sudah memiliki kemampuan ini. Biasanya, orang tuanya yang membantu memotong kecil-kecil daging, barulah si kecil mengambil potongan daging tersebut sendiri ke dalam mulut.

Terpenting yang perlu diperhatikan adalah sebelum membeli daging sapi dalam ukuran apapun, sebaiknya pilih daging yang segar, berwarna merah cerah, bau khas daging, lunak dan seratnya halus, serta tidak berpengawet. (*)

*Dari berbagai sumber

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Kapan Ya, Usia yang Tepat untuk Si Kecil Makan Daging?