28/08/2019 09:45:37
Info Kesehatan

Mengenali Dampak Gigitan Serangga pada Kulit

 Insect Bites adalah gigitan atau serangan serangga. Gigitan serangga seringkali menyebabkan bengkak, kemerahan, rasa sakit (senut-senut), dan gatal-gatal.

Reaksi tersebut boleh dibilang biasa, bahkan gigitan serangga ada yang berakhir dalam beberapa jam sampai berhari-hari. Bayi dan anak-anak lebih rentan terkena gigitan serangga dibanding orang dewasa.

 Beberapa contoh masalah serius yang diakibatkan oleh gigitan atau serangan gigitan serangga diantaranya adalah:

1.Reaksi alergi berat (anaphylaxis).

Reaksi ini tergolong tidak biasa, namun dapat mengancam kahidupan dan membutuhkan pertolongan darurat. Tanda-tanda atau gejalanya adalah:

a.Terkejut (shock). Ini bisa terjadi bila sistem peredaran darah tidak mendapatkan masukan darah yang cukup untuk organ-organ penting (vital)

b.Batuk, desahan, sesak nafas, merasa sakit di dalam mulut atau kerongkongan/tenggorokan

c.Bengkak di bibir, lidah, telinga, kelopak mata, telapak tangan, tapak kaki, dan selaput lendir (angioedema)

d.Pusing dan kacau

e.Mual, diare, dan nyeri pada perut

f.Rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak

Gejala tersebut dapat diikuti dengan gejala lain dari beberapa reaksi.

2.Reaksi racun oleh gigitan atau serangan tunggal dari serangga.

Serangga atau laba-laba yang menyebabkan hal tersebut misalnya:

a.Laba-laba janda (widow) yang berwarna hitam

b.Laba-laba pertapa (recluse) yang berwarna coklat

c.Laba-laba gembel (hobo)

d.Kalajengking

3.Reaksi racun dari serangan lebah, tawon, atau semut api.

a.Seekor lebah dengan alat penyengatnya di belakang lalu mati setelah menyengat. Lebah madu afrika, yang dinamakan lebah-lebah pembunuh, mereka lebih agresif dari pada lebah madu kebanyakan dan sering menyerang bersama-sama dengan jumlah yang banyak

b.Tawon, penyengat dan si jaket kuning (yellow jackets), dapat menyengat berkali-kali. Si jaket kuning dapat menyebabkan sangat banyak reaksi alergi

c.Serangan semut api kepada seseorang dengan gigitan dari rahangnya, kemudian memutar kepalanya dan menyengat dari perutnya dengan alur memutar dan berkali-kali

4.Reaksi kulit yang lebar pada bagian gigitan atau serangan.

5.Infeksi kulit pada bagian gigitan atau serangan.

6.Penyakit serum (darah), sebuah reaksi pada pengobatan (antiserum) digunakan untuk mengobati gigitan atau serangan serangga. Penyakit serum menyebabkan rasa gatal dengan bintik-bintik merah dan bengkak serta diiringi gejala flu tujuh sampai empat belas hari setelah penggunaan anti serum.

7.Infeksi virus. Infeksi nyamuk dapat menyebarkan virus West Nile kepada seseorang, menyebabkan inflamasi pada otak (encephalitis).

8.Infeksi parasit. Infeksi nyamuk dapat menyebabkan menyebarnya malaria.

 Gigitan serangga sebenarnya bisa dihindari selama kita tidak membuat mereka gusar. Seringkali serangga menggigit atau menyengat sebagai bentuk pertahanan diri atau untuk melindungi sarang mereka. Perlu diketahui, kematian yang disebabkan gigitan serangga 3-4 kali lebih sering terjadi ketimbang kematian karena gigitan ular.

Cara serangga menyengat atau menggigit juga bermacam-macam. Lebah, tawon, penyengat, si jaket kuning, dan semut api adalah anggota keluarga Hymenoptera. Gigitan atau sengatan dari mereka dapat menyebabkan reaksi yang cukup serius pada orang yang alergi terhadap mereka.

Ketika lebah menyengat, ia melepaskan seluruh alat sengatnya dan akan mati ketika proses itu terjadi. Seekor tawon dapat menyengat berkali-kali karena ia tidak melepaskan seluruh alat sengatnya seperti lebah. Sementara, semut api menyengatkan bisanya dengan menggunakan rahangnya, dan memutar tubuhnya. Mereka dapat menyengat bisa berkali-kali. (*)

*Dari berbagai sumber

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Mengenali Dampak Gigitan Serangga pada Kulit