28/01/2020 11:37:15
Info Kesehatan

Jika Tidak Diobati, Kusta pada Anak Bisa Sebabkan Cacat Permanen

Foto: Ilustrasi/Internet

Apa yang Sobat Dokcil ketahui tentang kusta? Penyakit kusta atau lepra tergolong dalam penyakit kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Tidak hanya orang dewasa, kusta juga bisa dialami oleh anak-anak.


Kusta pada anak jika tidak segera diobati dapat menyebabkan kerusakan progresif dan cacat permanen, mulai dari kulit, saraf, anggota badan, dan mata. Karena itu, diagnosis dini dan pengobatan dengan obat kombinasi (MDT atau Multi Drug Therapy), sangat penting dalam menghilangkan penyakit ini.

Tahun ini, Pemerintah Indonesia menargetkan untuk bisa mengeliminasi kusta secara keseluruhan. Hal ini disampaikan oleh Slamet Basir selaku Direktur Pengendali Penyakit Menular Langsung (P2ML) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di Jakarta, Senin (27/1).

’’Ditargetkan pada 2020, tidak ada lagi kasus kusta di seluruh provinsi,’’ ujar Slamet menegaskan.

Menurut Slamet, provinsi yang masih banyak ditemui kasus kusta yakni Aceh, Jawa Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Maluku, Papua, Papua Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara.

’’Indonesia berhasil mengeliminasi kusta pada tahun 2000. Tapi di beberapa provinsi, masih banyak ditemui kasus kusta,’’ ucapnya.

Berbagai upaya yang dilakukan Kemkes untuk mengurangi penyebaran penyakit kusta adalah mengajak masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, serta meminta pada masyarakat untuk berobat jika ada tanda-tanda kusta.

’’Obat kusta ada disediakan gratis di puskesmas dan rumah sakit pemerintah,’’ kata Slamet.

Ia menambahkan, penularan kusta diduga melalui melalui tetesan air dari hidung dan mulut selama berada di dekat dengan orang yang mengalami kusta, serta kontak langsung dengan kasus infeksi yang tidak bisa diobati. Meski demikian, penularannya sangat kecil.

Indonesia termasuk negara dengan peringkat ketiga total kasus baru di seluruh dunia. Jumlah penderita kusta di Tanah Air pada 2012 mencapai 182.000.

’’Peningkatan kasus baru paling banyak terjadi pada 2011. Akan tetapi setidaknya terdapat 350.000 pasien kusta yang telah dirawat dan disembuhkan,’’ ujarnya seraya mengatakan untuk pengobatan kusta tersedia di semua pos kesehatan di seluruh Indonesia, dan terdapat 10 rumah sakit yang berfungsi sebagai rujukan.

Gejala

Tanda awal kusta bisa dengan mudah dideteksi. Salah satu cirinya adalah terdapat bercak putih seperti panu dan kemerahan namun mati rasa. Kadang berupa benjolan-benjolan di lengan, wajah, badan, dan telinga. Pada saraf tepi ditandai dengan mati rasa pada area telapak tangan dan atau telapak kaki yang mengalami kerusakan saraf, kelumpuhan di tangan dan kaki, kering, dan tidak berkeringat.

Jika kelainan itu terjadi pada mata ditandai dengan refleks kedip berkurang, dan kelopak mata tidak menutup dengan baik. Masalah yang lebih seriusnya adalah terjadi cacat menetap seperti jari bengkok, memendek atau terputus, kelumpuhan tangan dan kaki, kelopak mata tidak menutup (lagoftalmos), dan kebutaan.

Bagian tubuh yang sering terdeteksi kusta adalah punggung, sekitar telinga, dan paha. Cirinya kulit terdapat bercak seperti panu dan kemerahan, namun tidak terasa gatal. Ketika ciri itu diraba, atau digosok dengan kapas, maupun ditusuk dengan jarum tidak terasa. Jika tanda ini ada, langkah yang tepat segeralah periksa di puskesmas terdekat. (*)

 

*Dari berbagai sumber

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Info Kesehatan: Jika Tidak Diobati, Kusta pada Anak Bisa Sebabkan Cacat Permanen