Label "Zero Sugar" Belum Tentu Aman! Kenali Aturan Baru Label Gizi Pemerintah
Kamu sering pilih minuman boba atau kopi susu berlabel less sugar atau zero sugar karena merasa lebih sehat? Tunggu dulu. Aturan baru pemerintah baru saja membongkar fakta yang mengejutkan banyak orang.
Kementerian Kesehatan resmi menerbitkan aturan pencantuman label gizi berupa Nutri Level pada pangan siap saji, terutama minuman berpemanis, sebagai upaya mendorong pola konsumsi masyarakat yang lebih sehat.
Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Indonesia kini menempati peringkat kelima dunia dengan jumlah penderita diabetes terbanyak, dan penyakit ini tidak lagi hanya menyerang lansia, kelompok usia muda pun kini ikut terdampak. Dampaknya langsung terasa ke keuangan negara, pembiayaan BPJS untuk gagal ginjal saja melonjak hampir dua kali lipat dalam lima tahun terakhir, dari Rp6,5 triliun pada 2019 menjadi Rp11 triliun pada 2024.
Apa Itu Nutri Level?
Sistem Nutri Level membagi kualitas gizi produk ke dalam empat kategori. Level A berwarna hijau tua untuk kandungan GGL paling rendah, Level B hijau muda, Level C kuning, dan Level D berwarna merah untuk kandungan GGL paling tinggi. Label ini wajib tertera di kemasan produk, daftar menu, hingga aplikasi pemesanan digital.
Pemerintah memberikan masa transisi dua tahun untuk edukasi. Setelahnya, industri yang belum mencantumkan label Nutri Level akan dikenai sanksi mulai dari teguran hingga pencabutan izin.
Fakta Mengejutkan: Zero Sugar Bisa Dapat Label C atau D!
Sejak Nutri Level mulai diterapkan, sejumlah minuman berlabel "no sugar" yang selama ini dikira sehat ternyata mendapat rating C hingga D, kategori paling tidak sehat.
Dokter spesialis gizi klinik dr. Tjandraningrum menjelaskan kepada Detik Health, "Walaupun dia no sugar tapi tetap ada gula. Di buah itu ada namanya gula buah." Selain itu, cream, mousse, krimer, hingga susu full cream umumnya mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan total kalori minuman, hal inilah yang membuat minuman kekinian tetap mendapat nilai nutrisi yang kurang baik meski kadar gula tambahannya sudah dikurangi.
Awas Jebakan Topping!
Dilansir dari Detik, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, "Kalau pesan milk tea less sugar tapi ditambah boba itu sama aja bohong karena gulanya masih tinggi." Ia bahkan menegaskan bahwa menambahkan topping bisa menaikkan minuman dari Nutri Level B menjadi D.
Bahaya Tersembunyi di Balik Pemanis Buatan
Pemanis buatan seperti aspartame dan sucralose pada minuman zero sugar bisa menipu tubuh. Saat lidah merasakan manis, otak bersiap menerima gula. Tapi karena gulanya tidak benar-benar masuk, yang muncul justru rasa lapar terus-menerus. "Lidah merasa manis, otak siap menerima gula. Tapi gulanya tidak masuk, akhirnya muncul craving atau keinginan makan gula terus," ujar Menkes.
Lalu Harus Bagaimana?
- Cek label Nutri Level sebelum membeli, pilih yang A atau B
- Baca nutrition facts di balik kemasan, bukan hanya label depan
- Hindari menambahkan topping berlebihan
- Batasi konsumsi minuman kekinian
- Perbanyak minum air putih
Jadi, mulai sekarang jangan hanya percaya tulisan zero sugar atau less sugar, selalu cek label Nutri Level-nya!
Dikutip dari berbagai sumber
Terbaru
- 11/08/2026 14:49:28
81 Tahun Merdeka, Seberapa Sehat Indonesia? - 24/07/2026 12:56:28
Musim Kemarau Meluas, Waspadai Dehidrasi dan Heat Stroke - 10/06/2026 11:21:34
Ebola Darurat Global, Bagaimana Kondisi di Indonesia? - 01/06/2026 18:12:21
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei: Saatnya Indonesia Bergerak! - 26/05/2026 10:55:29
Super Flu Masih Ada, Ini yang Perlu Kamu Tahu!
.jpg)
Login Anggota
Tweets by @DokterkecilCom

