Enam Langkah Agar Tetap Tenang Menghadapi Anak Tantrum
Menghadapi anak yang sedang tantrum memang membutuhkan kesabaran ekstra. Tidak sedikit orang tua yang malah tersulut emosinya. Bagaimana cara menanganinya?
Tentu saja orang tua yang harus lebih dewasa dan bijak saat menghadapi anak tantrum. Sebab, ketika sedang tantrum itulah anak-anak mencoba menarik perhatian orang tuanya.
Berikut adalah enam langkah yang bisa dicoba orang tua agar tetap tenang dan berkepala dingin saat si Kecil mengamuk seperti dilansir dari Popmama.com:
1. Beri waktu dan ruang
Setiap manusia butuh meluapkan emosinya. Termasuk anak-anak. Saat mereka menangis dan merengek, sebenarnya mereka juga sedang meluapkan dan menunjukkan perasaannya.
Biarkan ia mengekspresikannya. Beri ruang dan waktu yang cukup. Anda bisa mundur sebanyak 1 atau 2 meter dari tempat ia tantrum. Sedangkan untuk waktunya, berikanlah sekitar 1-3 menit sebelum akhirnya mendekatinya untuk menyelesaikan masalah.
2. Uraikan perasaannya
Seringnya, anak tantrum karena tidak mengerti harus bersikap seperti apa saat menghadapi sesuatu. Cara terbaik selanjutnya adalah membantu si Kecil mengetahui perasaannya.
Yang paling penting adalah Anda mengetahui kira-kira apa penyebab mereka tantrum. Apakah karena mengantuk, lapar, atau kesal keinginannya tidak dituruti.
Dari sana, Anda bisa membantu menjelaskan dan memberi jalan keluar. Jangan lupa, untuk memberikan kontak mata dan fisik seperti memegang kedua tangan atau memeluk mereka untuk kedekatan emosi.
3. Bernegoisasi
Jika anak enggan menjawab dan memilih untuk terus menangis, tawarkan beberapa pilihan. Apakah ia boleh menangis selama 5 menit namun setelahnya harus tenang dan menceritakan masalahnya pada Anda, atau pilihan lainnya. Dengan begitu, ia bisa memilih pilihan yang paling mendekati keinginannya. Jika mendekati keinginannya, kemungkinan tantrum akan berkurang.
4. Pahami dirinya
Menjadi orangtua yang baik adalah bisa memahami anak dengan sepenuhnya. Saat mereka tantrum, jangan langsung terpancing emosi dan memarahinya untuk segera mengikuti keinginan Mama.
Alih-alih seperti itu, cobalah lihat masalah secara keseluruhan dan anggap diri sendiri sebagai anak. Akankah Andabereaksi yang sama saat menjadi diri mereka? Jika iya, Anda bisa lebih sabar dan memahami apa yang harus dilakukan. Dengan pendekatan seperti ini, anak juga bisa lebih mudah tenang karena merasa ada yang mengerti diri mereka.
5. Curahkan kasih sayang
Di beberapa kasus, anak tantrum sebagai bentuk cari perhatian orangtuanya. Jika itu masalahnya, jangan mudah tertipu karena sebenarnya tidak ada masalah serius, ia hanya ingin diperhatikan.
Anda bisa mendekatinya, memeluknya dan mencurahkan kasih sayang dengan sepenuhnya pada si Kecil. Mungkin selama ini Anda terlalu sibuk sehingga mereka merasa kurang kasih sayang. Jika sudah merasa dipenuhi, anak akan kembali tenang dan bisa bermain seperti sedia kala.
6. Nasihati secara privat
Terakhir, mereka harus selalu diberi tahu mengenai tindakan yang benar dan salah. Tantrum bukanlah hal yang baik untuk mengekspresikan diri. Beri tahu hal tersebut dengan cara yang benar.
Terbaru
- 24/06/2026 15:24:51
Label "Zero Sugar" Belum Tentu Aman! Kenali Aturan Baru Label Gizi Pemerintah - 10/06/2026 11:21:34
Ebola Darurat Global, Bagaimana Kondisi di Indonesia? - 01/06/2026 18:12:21
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 31 Mei: Saatnya Indonesia Bergerak! - 26/05/2026 10:55:29
Super Flu Masih Ada, Ini yang Perlu Kamu Tahu! - 21/05/2026 15:33:57
Apa Itu Hantavirus? Kenali Sebelum Terlambat!
.gif)
Login Anggota
Tweets by @DokterkecilCom

