26/05/2014 12:42:51
Makanan

Tips Memilih Makanan Halal

Bagi seorang muslim makan bukanlah hanya sekedar menikmati kelezatan dan kenikmatan makanan yang dirasakan dimulut lalu masuk ke tenggorokan dan berakhir di saluran pembuangan, melainkan lebih dari itu. Bagi seorang muslim makan adalah sebuah proses ibadah yang di dalamnya terkandung adab dan aturan yang harus dijaga dan ditaati.
 

Sayangnya, banyak umat muslim yang kebingungan dan kurang hati-hati dalam memilih makanannya. Yang harus diingat, di era industrialisasi dan teknologi pangan yang serba modern ini pemalsuan dan penggantian komponen bahan makanan sangat mudah dilakukan.


Sperti kejadian baru-baru ini yang dialami oleh PT Indomarco Prismatama Tbk menyusul temuan seorang konsumen di gerai Indomaret atas produk biskuit bermerek Bourbon Cookie yang ternyata mengandung babi.


Rupanya, di tengah jalan, perusahaan Jepang yang memproduksi biskuit tersebut mengubah komposisi bahan dan memasukkan kandungan babi di dalamnya. Nah, pengubahan komposisi ini tak dilaporkan oleh Roma, selaku importir, kepada Indomarco. Atas penyalahgunaan perjanjian ini, Indomaret bakal menempuh jalur hukum.


Di samping menempuh jalur hukum, perusahaan ini juga mengaku telah menarik semua Bourbon Cookie di 30 gerai Indomaret. Langkah tersebut termasuk mengecek ulang semua produk impor lain. Perusahaan ini mengatakan hanya mendistribusikan Bourbon Cookie di 30 gerai dari total 9.400 gerai yang dimiliki saat ini.


Nih, dokterkecil.com punya beberapa tips cara memilih makanan halal, simak baik-baik ya.


Tips yang perlu diperhatikan adalah agar selalu melihat label kemasan. Biasakan membaca dengan teliti dan hati-hati label kemasan beserta kandungan bahannya. Jangan buru-buru memindahkan makanan dari rak-rak etalase barang ke keranjang belanjaan ya. Periksa dan teliti ada label halalnya atau tidak. Jika dikemasan sudah tercantum label halal, maka sudah cukup menjadi jaminan bahwa makanan tersebut sudah diperiksa kehalalannya oleh pihak berwenang.


Namun demikian kita juga harus tetap hati-hati dengan banyaknya label halal palsu. Jika tidak ada label halal di kemasannya, maka bacalah kandungan bahan-bahannya. Jika mengandung kode babi (hati-hati biasanya istilah kandungan babi di kemasan ditulis dalam bentuk kode tertentu) maka tinggalkanlah.


Jika makanan tersebut mengandung gelatin, maka tanamkan dalam pikiran kita bahwa jangan percaya 100% pada label, karena aturan pelabelan memang membolehkan perusahaan untuk tidak mempublikasi bahan yang kandungannya kurang dari 1%.


Sikap hati-hati dan teliti ini sangat penting karena ada makanan yang dilabelnya tertulis menggunakan gelatin sapi, tapi faktanya justru menggunakan gelatin babi yang diharamkan.


Gelatin memang memiliki multifungsi yang sangat bermanfaat dalam produksi pangan seperti sebagai pengemulsi, bahan pengisi, anti gumpal, penjernih, pencegah rasa tengik, pengembang dan pelembut. Apalagi jika kita perhatikan secara hati-hati dan teliti, banyak makanan yang beredar dipasaran sebagian besar mengandung GELATIN.


Nah sobat dokterkecil.com untuk itu lebih teliti dan berhati-hatilah dalam memilih makanan ya!!!
 

 

 

 

Dikutip dari berbagai sumber.

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Makanan: Tips Memilih Makanan Halal