21/08/2023 12:37:25
Lebih Memahami Anxiety Disorder (2)

Berpotensi Menurunkan Kualitas Hidup, Begini Cara Melawan Gangguan Kecemasan

Foto: Ilustrasi/Depositphotos

Tidak mudah untuk mendiagnosis gangguan kecemasan umum atau anxiety disorder. Sebab, gejalanya mirip dengan gangguan kejiwaan lain yang dapat menurunkan kualitas hidup. Bagaimana cara melawannya?

Karena itu, banyak ahli menggunakan kriteria Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) untuk mendiagnosis gangguan kecemasan, yang meliputi:

-Perasaan khawatir dan cemas yang berlebihan dan terjadi sepanjang waktu selama kurang lebih sekitar 6 bulan.

-Tidak mampu mengendalikan perasaan cemas yang terjadi.

-Gejalanya dapat mengakibatkan aktivitas terganggu.

-Keluhan tidak berdasarkan masalah atau kondisi medis tertentu.

-Tidak hanya itu, perasaan ketakutan dan cemas tersebut biasanya terjadi bersamaan dengan setidaknya tiga tanda dan gejala berikut ini.

-Merasa tidak bersemangat dan gelisah.

-Tubuh yang kelelahan.

-Menjadi lebih mudah tersinggung.

-Kesulitan berkonsentrasi.

-Ketegangan otot yang meningkat.

-Mengalami masalah tidur, termasuk tidur berlebihan atau menjadi sulit tidur.

Melansir Halodoc, ada beberapa cara dalam mengatasi anxiety atau gangguan kecemasan. Obat-obatan dan terapi perilaku kognitif (CBT) menjadi dua metode yang paling umum untuk mengatasi anxiety.

1. Obat

Dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat untuk mengurangi gejala. Jenis obat tersebut antara lain:

• Antidepresan

Dokter akan memberikan obat antidepresan golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) untuk membantu meningkatkan kadar serotonin pada otak. Sementara itu, dokter akan memberikan obat golongan serotonin dan noradrenaline reuptake inhibitor (SNRI) untuk membantu meningkatkan kadar serotonik dan noradrenaline pada otak.

• Pregabalin

Pregabalin menjadi obat yang dokter gunakan untuk menangani nyeri neuropatik dan kejang untuk kondisi epilepsi. Namun, obat ini juga mampu meringankan gejala gangguan kecemasan umum.

• Benzodiazepine

Selanjutnya, obat benzodiazepine yang termasuk dalam kelompok obat penenang. Biasanya, dokter akan meresepkan obat ini pada pengidap gangguan kecemasan umum yang parah. Tujuannya untuk membantu meringankan gejala yang muncul dalam waktu yang lebih singkat.

2. Terapi perilaku kognitif (CBT)

Opsi selanjutnya adalah terapi perilaku kognitif atau CBT. Fungsinya untuk membantu pengidap mengenali sekaligus mengubah pemikiran dan tingkah laku yang memicu kecemasan. Terapi ini dapat membantu pengidap tidak lagi memiliki pikiran negatif dan bisa berpikir rasional.

Setidaknya, perlu waktu sekitar 1 jam setiap minggunya untuk melakukan 1 sesi terapi CBT selama kurang lebih 3-4 bulan. Ketika menjalani terapi, psikolog atau psikiater akan mengajarkan metode relaksasi supaya pengidap dapat lebih tenang saat menghadapi kondisi yang bisa memicu munculnya rasa cemas.

3. Perubahan gaya hidup

Selain itu, perubahan gaya hidup sebagai bagian dari pengelolaan gejala juga dapat kamu lakukan, seperti:

-Tetap aktif secara fisik. Buat rutinitas agar selalu aktif secara fisik setiap hari dalam seminggu. Olahraga adalah pereda stres yang ampuh dan dapat meningkatkan suasana hati sekaligus menjaga kesehatan tubuh.

-Jadikan tidur sebagai prioritas. Pengidap gangguan kecemasan umum perlu memastikan bahwa dirinya memiliki tidur yang cukup dan nyenyak. Jika tidak bisa tidur nyenyak, temui dokter untuk meminta saran medis yang tepat.

-Lakukan teknik relaksasi. Teknik visualisasi, meditasi dan yoga merupakan contoh teknik relaksasi yang dapat meredakan kecemasan.

Konsumsi makanan sehat. Sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan ikan dapat mengurangi tingkat kecemasan pikiran. Namun, masih perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal ini.

Hindari alkohol dan obat rekreasional. Sebab, zat ini dapat memperburuk kecemasan.

-Berhenti merokok dan mengonsumsi kopi. Baik nikotin dan kafein dapat memperburuk kecemasan.

Komplikasi Akibat Anxiety

Anxiety nyatanya bisa menyebabkan komplikasi yang memengaruhi kegiatan sehari-hari dan menurunkan kualitas hidup.

Lebih parahnya lagi, gangguan kecemasan umum yang tidak mendapat penanganan juga menyebabkan atau bahkan memperburuk kondisi kesehatan fisik lainnya, seperti:

-Masalah pencernaan atau usus, seperti sindrom iritasi usus besar atau bisul.

-Sakit kepala dan migrain.

-Mengalami penyakit kronis.

-Masalah tidur dan insomnia.

-Gangguan kesehatan jantung.

Sementara itu, gangguan kecemasan umum sering terjadi bersamaan dengan masalah kesehatan mental lainnya, yang dapat membuat diagnosis dan perawatan menjadi lebih menantang.

Beberapa gangguan kesehatan mental yang umum terjadi dengan gangguan kecemasan umum meliputi:

-Fobia

-Serangan atau gangguan panik

-Gangguan stres pasca trauma (PTSD)

-Gangguan obsesif-kompulsif (OCD)

-Meningkatnya risiko depresi

-Munculnya pikiran bunuh diri atau bunuh diri

-Penyalahgunaan zat-zat tertentu

Cara Mencegah Anxiety

Gangguan kecemasan umum memang tak terduga dan sulit untuk mencegahnya secara langsung. Namun, kamu dapat mencoba beberapa cara berikut ini untuk mengurangi dampak gejala jika mengalami kecemasan:

-Cari bantuan sesegera mungkin. Penanganan gangguan kecemasan, seperti banyak kondisi kesehatan mental lainnya, dapat menjadi lebih sulit jika pengidap menunda mencari bantuan.

-Buat jurnal. Memahami kehidupan pribadi dapat membantu seseorang dan profesional kesehatan mental untuk mengidentifikasi apa penyebab kecemasan dan apa yang tampaknya membantu orang tersebut merasa lebih baik.

-Prioritaskan masalah dalam hidup. Kamu dapat mengurangi kecemasan dengan mengatur waktu dan energi secara hati-hati.

-Hindari penggunaan zat yang tidak sehat. Penggunaan alkohol, obat-obatan dan nikotin atau kafein dapat menyebabkan atau memperburuk kecemasan.

-Melakukan latihan relaksasi secara teratur, seperti yoga, meditasi, atau tai chi.

Melakukan hobi atau kegiatan menenangkan. Contohnya bermain musik, berkebun, merajut, ataupun melukis.

Redaksi: [email protected]
Informasi Pemasangan Iklan: [email protected]
Lebih Memahami Anxiety Disorder (2): Berpotensi Menurunkan Kualitas Hidup, Begini Cara Melawan Gangguan Kecemasan