02/01/2019 13:45:00
Gaya Hidup

Apa Resolusimu Tahun Ini? Yuk, Wujudkan!

Foto: Google.com

Membuat resolusi dengan perubahan yang drastis memang tidak mudah. Kita harus mengubah kebiasaan yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun. Karena itu, dibutuhkan kebulatan tekad untuk bisa mewujudkan target yang sudah ditetapkan.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Universitas Scranton, dari sekian banyak orang yang memulai tahun baru dengan membuat daftar resolusi, hanya sekitar 8 persen saja yang berhasil mewujudkannya. Perlu diakui, memang sulit merealisasikan mimpi, namun kamu dapat meningkatkan peluang keberhasilan dengan mengubah cara membuat resolusi.

Berikut panduan praktis untuk mewujudkan resolusimu, seperti dikutip dari keterangan tertulis JobStreet:

1. Buat resolusi sederhana, spesifik, dan mudah dilaksanakan

Tidak ada yang lebih buruk daripada resolusi yang tidak jelas. Kamu ingin mengurangi berat badan atau berhenti merokok merupakan awal yang baik. Tetapi, perlu tujuan yang spesifik jika kamu ingin melihat hasil yang sebenarnya.

Daripada menyatakan ingin menurunkan bobot tubuh 10 kilogram dalam waktu 6 bulan, lebih baik kamu mengatakan berhenti makan makanan cepat saji selama 2 bulan. Atau bisa juga memulai latihan kardio di pusat kebugaran dua kali seminggu. Semakin spesifik resolusi, semakin mudah untuk dilaksanakan.

2. Mengatur ekspektasi

Tak perlu menyalahkan diri jika tidak berhasil, namun juga jangan menjadikan alasan itu sebagai ’’pengampunan’’. Apabila harapan di tahun lalu terbilang mudah dan semua orang bisa melakukannya, maka kamu patut mendapat hukuman jika tak dapat mencapainya. Jangan sampai terbersit kegagalan ketika membuat resolusi awal tahun, apalagi sampai mengarang alasan apabila keinginan itu tak terwujud.

Contoh, sebagian besar perokok membuat beberapa upaya untuk berhenti sebelum mereka benar- benar berhasil. Bahkan berhenti merokok merupakan tantangan seumur hidup. Intinya, butuh usaha yang gigih dan tekad kuat untuk mengubah kebiasaan.

3. Memantau perkembangan capaian resolusi

Hasil adalah kunci dari motivasi untuk tetap berusaha. Jika berat badan kamu turun 2 kilogram setelah sebulan latihan kardio mingguan di pusat kebugaran, dan tidak mengonsumsi makanan cepat saji, akan lebih mudah bagi kamu untuk menjaga bobot tubuh.

Di sisi lain, jika kamu melihat hasil yang negatif -misalnya berat badan tetap naik dan jadi lebih sering merokok, hal tersebut menandakan rencanamu tidak berjalan dengan baik dan perlu mencoba dengan pendekatan yang berbeda. Apapun kasusnya, tanpa adanya tolok ukur yang jelas, tidak akan ketahuan apakah kamu membuat kemajuan atau melenceng dari tujuan.

4. Bersabar

Butuh waktu untuk menurunkan berat badan, berhenti merokok, atau meningkatkan pendapatan. Berusahalah untuk membuat perubahan gaya hidup yang bisa bertahan lama, meski tahapannya selangkah demi selangkah. Bersabarlah dengan diri sendiri.

5. Jauhilah faktor pemicu kegagalan

Jika kamu ingin menghindari makanan cepat saji, jangan pergi berbelanja ketika lapar. Sebab itulah kondisi paling rentan, dan pertahanan kamu berada pada titik terlemah dari godaan makanan cepat saji. Hilangkanlah godaan tersebut dengan merencanakan belanja kebutuhan sehari-hari lebih awal.

6. Minta bantuan

Beritahukan kepada seseorang tentang resolusimu dan pastikan ia bisa dipercaya untuk membantu agar target tercapai. Yang jelas, orang tersebut harus cukup tegas untuk mengingatkanmu ketika mulai kehilangan fokus, dan menyemangati ketika kamu membuat kemajuan. Kamu akan berpikir dua kali untuk diam-diam merokok jika tahu ia akan mengomel nantinya.


*dikutip dari berbagai sumber

Redaksi: redaksi@dokterkecil.com
Informasi Pemasangan Iklan: iklan@dokterkecil.com
Gaya Hidup: Apa Resolusimu Tahun Ini? Yuk, Wujudkan!